Hagia Sophia

03 April 2026

Ini Dampaknya Bila Sering Konsumsi Makanan Sisa

Foto ilustrasi: Getty Images/Group4 Studio

Ternyata kebiasaan menyimpan dan mengonsumsi makanan sisa bisa berdampak pada kesehatan jika tidak dilakukan dengan benar. Ahli mikrobiologi dari Leicester University, Dr Primrose Freestone, mengatakan makanan sisa yang disimpan dengan tidak tepat menjadi salah satu penyebab utama keracunan makanan.

"Keracunan makanan disebabkan karena mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri, jamur, atau virus patogen," kata Dr Freestone yang dikutip dari Unilad.

"Meskipun banyak orang tahu bahwa keracunan makanan bisa disebabkan oleh makanan yang dimasak kurang matang atau kebiasaan persiapan makanan yang berisiko, sisa makanan yang disimpan dengan tidak benar juga merupakan penyebab utama," sambungnya.

Ada beberapa jenis makanan yang ternyata tergolong 'berisiko tinggi' dan dapat memicu keracunan jika tidak disimpan dengan benar. Apa saja?

Nasi Sisa Berisiko Tinggi

Nasi, termasuk nasi goreng atau risotto, juga termasuk makanan yang harus diwaspadai. Menurut Dr Freestone, nasi dapat mengandung spora Bacillus cereus, bakteri penyebab umum keracunan makanan.

"Meskipun sel Bacillus mati karena panas saat memasak, sporanya tahan panas dan dapat bertahan hidup," ucap dia.

Jika nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, spora ini dapat berkembang dan menghasilkan racun.

"Spora ini juga mampu melepaskan racun ke dalam nasi yang sudah dimasak, yang berpotensi menyebabkan muntah dan diare parah yang berlangsung hingga 24 jam," tambah Dr Freestone.

Maka dari itu, nasi harus didinginkan dalam waktu dua jam dan hanya aman dikonsumsi dalam 24 jam setelah dimasak.

Ayam Matang Mudah Basi

Ayam yang sudah dimasak juga termasuk makanan berisiko tinggi jika tidak disimpan dengan benar. Agar tetap aman, setelah ayam yang sudah dimasak segera pisahkan bagian yang setidaknya tidak akan langsung dimakan.

"Makanan yang tidak akan langsung dimakan sebaiknya ditutup dan didinginkan sesegera mungkin setelah dingin," beber Dr Freestone.

"Makanan tersebut harus disimpan pada suhu ruangan tidak lebih dari beberapa jam, kemudian disimpan di lemari es selama tiga hari," lanjutnya.

Pizza Dingin Bisa Jadi Sarang Kuman

Pizza yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang ternyata berisiko. Dr Freestone menjelaskan rempah-rempah kering, seperti basil, lada, dan oregano yang biasa ditaburkan di atas pizza bisa rentan terkontaminasi mikroba.

"Kontaminasi dapat terjadi selama panen, dan beberapa patogen bawaan makanan dapat bertahan hidup pada rempah-rempah kering, yang kemudian menyebabkan keracunan makanan," terang Dr Freestone.

"Meskipun rempah-rempah kering ini telah disterilkan oleh panas pizza yang baru dipanggang, jika dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama setelah dimasak, rempah-rempah ini atau topping pizza lainnya dapat menjadi camilan sempurna bagi kuman yang berpotensi berbahaya," imbuhnya.

Untuk mencegahnya, pizza sebaiknya didinginkan dalam waktu dua jam setelah diterima atau dimasak. Setelah itu, disimpan dalam wadah tertutup di lemari es dan konsumsi dalam dua hari.

Makanan Kaleng Perlu Perhatian Khusus

Selain itu, makanan kaleng juga tidak boleh dianggap aman sepenuhnya setelah dibuka. Dr Freestone mengingatkan pentingnya menyimpan kembali makanan kaleng dengan benar.

Setelah dibuka, makanan kaleng harus ditutup rapat untuk mencegah kontaminasi dari udara. Lama penyimpanannya pun berbeda-beda, tergantung jenisnya.

Tomat kaleng bisa bertahan 5-7 hari di lemari es. Sementara daging, ikan, buah, sayuran, dan pasta hanya aman disimpan hingga tiga hari.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sering Simpan Sisa Nasi-Ayam di Kulkas? Ahli Mikrobiologi Bicara Risikonya"