Hagia Sophia

03 April 2026

Varian Baru Virus COVID-19 Terdeteksi di 25 Negara

Foto ilustrasi: Getty Images/loops7

Varian baru virus COVID-19 bernama BA.3.2 atau dijuluki 'Cicada' kini terdeteksi di setidaknya 25 negara di dunia. Ini menjadi perhatian karena sempat tidak terdeteksi dalam waktu lama sebelum akhirnya menyebar lebih luas.

Nama 'Cicada' dianalogikan seperti serangga yang bersembunyi lama sebelum muncul ke permukaan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), meski memiliki banyak mutasi dan berpotensi lebih mudah menular atau menyebabkan infeksi ulang, data awal menunjukkan varian ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Para ahli menekankan bahwa situasi tetap perlu dipantau ketat, tetapi belum ada alasan untuk panik.

Apa Itu Varian BA.3.2 'Cicada'?

BA.3.2 merupakan sub-garis keturunan dari Omicron. Varian ini pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024, dan sempat tidak terdeteksi sebelum mulai menyebar lebih luas pada 2025.

Menurut laporan pengawasan terbaru CDC, varian ini telah ditemukan di sedikitnya 25 negara. Kasus mulai meningkat sejak sekitar September 2025, terdeteksi melalui sampel klinis, pemeriksaan perjalanan, hingga pemantauan udara di berbagai wilayah.

Dalam analisis yang dipublikasikan di The Lancet Infectious Diseases, BA.3.2 disebut sebagai 'varian saltasi potensial' karena mengalami banyak mutasi dalam waktu singkat.

Disebutkan bahwa BA.3.2 memiliki sekitar 70-75 mutasi spike protein, jauh lebih banyak dari varian sebelumnya. Mutasi ini berpotensi meningkatkan kemampuan virus untuk menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya atau vaksin.

Dalam laporan CDC disebutkan bahwa kondisi ini bisa memicu "lolosnya kekebalan". Sementara itu, studi di The Lancet menyebut BA.3.2 menunjukkan penghindaran antibodi yang kuat.

Meski demikian, data laboratorium juga menunjukkan virus ini kurang efisien dalam mengikat reseptor ACE2 di sel paru-paru, yang merupakan pintu masuk virus ke dalam tubuh.

Sudah Menyebar ke Mana Saja?

Dikutip dari Business Standard, varian BA.3.2 telah terdeteksi di berbagai kawasan dunia, termasuk Afrika, Eropa, Amerika Utara, Asia, hingga Oseania. Pertama kali ditemukan di Afrika Selatan (November 2024) dan menyebar ke Mozambik, Belanda, Jerman, Amerika Serikat, dan lainnya.

Saat ini sudah terdeteksi di 25 negara. Di Eropa, varian ini sempat menunjukkan penyebaran lokal pada akhir 2025 hingga awal 2026, namun tidak diikuti lonjakan rawat inap.

Seperti Apa Gejalanya?

Sejauh ini, gejala infeksi BA.3.2 tidak berbeda dari varian Omicron sebelumnya, seperti:
  • Sakit tenggorokan
  • Demam dan menggigil
  • Kelelahan
  • Batuk
  • Nyeri tubuh
  • Hidung tersumbat
  • Beberapa pasien juga melaporkan sakit kepala, mual ringan, hingga sesak napas dalam kasus tertentu.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "COVID 'Cicada' Terdeteksi di 25 Negara, Varian Apa Lagi Sih Itu?"