Hagia Sophia

29 September 2022

Beberapa Tanda Kanker Prostat yang Sering Diabaikan

Foto: ilustrasi/thinkstock

Prostat adalah kelenjar di bawah kandung kemih pria yang berperan memproduksi dan menyalurkan sperma. Jika ia terkontaminasi oleh sel kanker, perannya tak lagi berjalan dengan baik. Oleh karenanya, para pria harus lebih tanggap mengenali tanda-tanda kanker prostat sebagai upaya penanganan sedini mungkin.

Menurut data Globocan 2020, setidaknya ada laporan 13.563 kasus kanker prostat terjadi di Indonesia. Meskipun penyakit ini muncul sejak lama dan banyak mengancam korban jiwa, penyebabnya belum bisa ditemukan secara pasti.

Akan tetapi, risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar penyakit ini berkembang pada pria di atas 50 tahun.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), umumnya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan tanda-tanda sampai tingkat lanjut. Kadang kondisinya bisa menyerupai Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), berupa kesulitan atau justru sering buang air kecil. Gejala tersebut timbul karena sel kanker menyumbat sebagian saluran urine (uretra).

Tanda-tanda Kanker Prostat

Gangguan buang air kecil bukan satu-satunya kondisi yang dialami pengidap kanker prostat. Dikutip dari Centers for Disease Control (CDC), kemungkinan tanda-tanda kanker prostat lainnya adalah:
  • Aliran urine yang lemah atau terganggu.
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Timbul nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Darah bercampur urine atau air mani.
  • Nyeri di punggung, pinggul, atau panggul yang tidak kunjung hilang.
  • Sakit saat ejakulasi.
Diagnosis medis dengan biopsi adalah cara yang tepat untuk menganalisis apakah tanda-tanda kanker prostat di atas memang benar berkembang di tubuh seseorang. Hal tersebut ditentukan oleh skor gleason dari 2 hingga 10. Semakin rendah skor, maka kecil kemungkinan kanker akan menyebar.

Perlu diingat bahwa pertambahan usia bukanlah faktor utama seseorang bisa terkena kanker prostat. Etnis Afrika-Amerika, riwayat keluarga pengidap kanker prostat, dan pola hidup tidak sehat adalah tiga dari banyak faktor pemicu penyakit ganas ini. Jadi, seseorang dengan faktor risiko ini selayaknya rutin melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis guna mengontrol perkembangan prostat.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda-tanda Kanker Prostat yang Sering Diabaikan, Cek Sekarang!"