Hagia Sophia

25 October 2022

Benarkah Daging Merah dan USG Bisa Picu Kanker?

Foto: GettyImages

Hingga kini, banyak beredar kabar bahwa MSG dan daging merah bisa menyebabkan kanker sehingga keduanya sering dihindari. Padahal, daging sangat diperlukan bagi pasien kemoterapi untuk menambah pemenuhan protein dalam nutrisinya.

Hal ini kembali dibantah oleh pakar, kali ini oleh dr Cindiawaty Josito Pudjiadi, MARS, MS, SpGK. Ia menyebut bahwa daging sebenarnya baik dikonsumsi untuk setiap orang. Hanya saja, masyarakat perlu berwaspada dengan kandungan lemak jenuh terlalu tinggi pada daging atau proses memasak dengan cara dibakar.

"Kalau makan dari daging ya hati-hati di lemaknya atau dibakar karena meningkatkan risiko kanker. Bukan berarti nggak boleh sama sekali dimakan, ada faktor-faktor lainnya juga untuk berkontribusi meningkatkan kondisi tersebut," kata dr Cindy dalam seminar daring, Senin (24/10/2022).

Bila masyarakat tetap ingin menghindari hal tersebut, terdapat alternatif lain yang bisa dipilih, yaitu ikan laut dan pepes. Kedua makanan ini memiliki lemak jenuh dan gula yang rendah sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Ia juga menepis mitos terkait MSG. Zat ini bukan penyebab kanker secara serta-merta. Namun perlu digarisbawahi, MSG dapat meningkatkan risiko kanker bila pengonsumsiannya dalam jangka panjang melebihi kebutuhan harian tubuh.

"Yang perlu diperhatikan adalah jangan berlebihan asupan garamnya. Jadi, MSG nggak ada dosanya karena isinya hanya garam dan protein," pungkas dia.

"Nah, yang suka salah adalah MSG-nya sudah dikasih, garamnya diekstra, bumbu-bumbu masaknya juga ektra garam sehingga total asupan garamnya melebihi kebutuhan," tambahnya.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Daging Merah dan MSG Bisa Memicu Kanker? Dokter Ungkap Faktanya"