Hagia Sophia

25 October 2022

Lewati Gambia, Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia Meningkat

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Jumlah kematian akibat kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia masih cenderung meningkat. Per 24 Oktober, Kementerian Kesehatan melaporkan 141 anak meninggal akibat gagal ginjal akut.

Sejauh ini diduga penyebab gagal ginjal adalah zat kimia yakni etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE). Ketiganya merupakan cemaran dari zat pelarut dalam proses pembuatan obat.

"Kami simpulkan penyebabnya obat (mengandung zat) kimia yang merupakan cemaran dari pelarut ini," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Istana Negara, Senin (24/10/2022).

Menkes menambahkan sejauh ini sudah ada total 245 kasus yang tersebar di 26 provinsi. Dengan kematian mencapai 141 orang, fatality ratenya menjadi 57,6 persen.

Angka ini jauh lebih tinggi dari laporan kasus di Gambia. Sejauh ini tercatat jumlah kematian anak akibat gagal ginjal yang dipicu cemaran obat di negara tersebut yakni 70 kasus.

Setelah sebelumnya dilarang, pemerintah saat ini membolehkan kembali peredaran obat-obatan sirup yang sudah terbukti aman dan tidak tercemar zat kimia berbahaya. Anak yang harus mengonsumsi obat sirup akan diperbolehkan tetapi dengan resep dan pengawasan dokter.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "141 Anak Meninggal, Kasus Gagal Ginjal Akut RI Lampaui Gambia"