Hagia Sophia

28 October 2022

Obat Kunyah Jadi Alternatif Sejak Obat Sirup Dilarang

Ilustrasi apotek (Foto: Muhajir Arifin)

Kementerian Kesehatan RI mengimbau agar penggunaan dan penjualan beberapa obat sirup disetop sementara. Hal ini berkaitan dengan kasus gagal ginjal akut misterius yang hingga saat ini masih dalam penelitian lebih lanjut.

"Kementerian Kesehatan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pengobatan anak sementara ini tidak mengkonsumsi obat dalam bentuk cair atau sirup tanpa berkonsultasi pada tenaga kesehatan, termasuk dokter," jelas dr Syahril dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).

Sebagai alternatif, juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril menyarankan untuk menggunakan obat dalam bentuk lain.

"Sebagai alternatif, dapat menggunakan obat dalam bentuk sediaan lain, seperti tablet, kapsul, suppositoria, atau lainnya," kata dr Syahril.

Melalui imbauan tersebut, obat kunyah menjadi salah satu alternatif yang banyak dicari para orang tua untuk anak-anaknya.

Salah satu pegawai apotek di Jatinangor, Jawa Barat, Putri (21) mengatakan bahwa sejak obat sirup dilarang, obat kunyah banyak dicari sebagai alternatif.

"Semenjak obat sirup nggak boleh, ini (obat kunyah) yang banyak dicari" kata Putri.

Keterangan serupa juga dikatakan Mia (20), pegawai apotek di Jatinangor, Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa sebagian ibu-ibu memilih alternatif obat kunyah untuk anaknya.

"Biasanya itu yang jadi alternatif, kalo nggak pa***ol anak ya bo****in mungkin. Sebagian carinya itu" kata Mia.

Sementara di beberapa apotek dan minimarket di Jatinangor, Jawa Barat, sediaan obat kunyah sudah habis terjual.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Obat Sirup Anak Dilarang, Tablet Kunyah Jadi Buruan Emak-emak"