Hagia Sophia

31 December 2022

Beberapa Tanda Bila Ginjal Bermasalah pada Wanita

Tanda ginjal bermasalah pada wanita (Foto: Getty Images/iStockphoto/Marcela Ruth Romero)

Kerusakan ginjal dapat dipengaruhi oleh gaya hidup atau penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa rentang usia. Namun, Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami hal ini sebanyak 14 persen, dibandingkan pria hanya 12 persen. Oleh karenanya, jangan sepelekan tanda ginjal bermasalah pada wanita.

Dikutip dari World Kidney Day, Penyakit Ginjal Kronis (PGK) mempengaruhi sekitar 195 juta wanita di seluruh dunia dan menjadi penyebab kematian terbanyak ke 8 pada wanita dengan 600.000 kematian setiap tahun. Kerusakannya menimbulkan risiko morbiditas dan seiring waktu bisa mengakibatkan gagal ginjal. Bila sudah begitu, pengidapnya harus mendapatkan perawatan intensif, seperti dialisis (cuci ginjal) atau transplantasi ginjal.

Tak sampai di situ, segala jenis penyakit ginjal memiliki efek negatif pada kehamilan sampai-sampai mengancam kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, perawatan prenatal sangat penting bagi semua wanita.

Tanda kerusakan ginjal memang jarang sekali menimbulkan gejala spesifik. Hal itulah yang menjadi alasan pengidapnya sering datang ke layanan dokter ketika kondisinya sudah parah atau bahkan sudah memicu komplikasi.

Tanda Ginjal Bermasalah pada Wanita

Dikutip dari Women's Health, kerusakan ginjal yang tidak diobati dapat berkembang menjadi syok septik, yaitu kondisi berbahaya yang ditandai dengan gangguan aliran darah akibat infeksi. Sebagai pendeteksian dini, perhatikanlah tandanya berikut ini:

1. Sering Buang Air Kecil
Disfungsi ginjal untuk menyeimbangkan mineral dalam tubuh menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil. Akibatnya, wanita acap kali bolak-balik kamar mandi, terutama di malam hari.

Hal ini pun berkaitan dengan pertambahan frekuensi urine. Kandung kemih yang sehat umumnya dapat menampung banyak urine. Namun, jika ada iritasi akibat infeksi ginjal, urine jadi lebih cepat keluar sedikit demi sedikit. Gejala ini jelas tidak boleh diabaikan karena mengindikasikan beberapa penyakit berbahaya.

2. Kulit Kering dan Gatal
Ketika ginjal tidak mampu menjaga keseimbangan antara mineral dan nutrisi dalam darah, kulit terasa lebih kering dan gatal. Kondisinya mungkin bisa diatasi menggunakan lotion pelembab sementara waktu. Namun, bila muncul ruam kemerahan, segera laporkan ke dokter. Untungnya, gejala ini sering muncul pada tahap awal sehingga mudah untuk dilakukan pendeteksian dini.

3. Anyang-anyangan
Nyeri dan rasa terbakar saat buang air kecil atau istilah medisnya disebut disuria disebabkan oleh peradangan lapisan uretra (saluran kencing). Hal ini umum terjadi ketika infeksi jamur vagina karena pada dasarnya wanita memang lebih sensitif terhadap gangguan saluran kemih.

4. Sakit Punggung dan Pinggang
Ginjal merupakan sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di belakang perut bagian bawah. Itu sebabnya bila seseorang mengalami kerusakan ginjal, gejala yang paling sering dialaminya adalah sakit punggung. Seiring waktu, kondisi ini bisa menjalar ke kedua sisi pinggang dan selangkangan.

5. Urine Berdarah
Tugas utama ginjal adalah menyaring racun dari dalam darah. Jika tugasnya tersebut tidak berjalan dengan baik, sel darah yang sudah terfilter bisa 'bocor' dan bercampur dengan urine. Akibatnya, urine terlihat berwarna kecokelatan atau kemerahan dari normalnya berwarna kuning pucat. Darah dalam urine juga mengindikasikan adanya tumor, batu ginjal, atau infeksi ginjal yang serius.

6. Urine Keruh dan Bau
Bedakan antara masalah keputihan dan infeksi ginjal. Sebab, infeksi ginjal umumnya tidak menyebabkan cairan abnormal dari vagina. Akan tetapi, bakteri yang terkumpul dalam kandung kemih bisa membuat urine jadi lebih keruh dan keluar bau menyengat.

7. Demam
Demam merupakan tanda yang sangat lazim pada peradangan. Itu berarti sistem imun tengah melaksanakan tugasnya sebagai pelindung. Perlu diingat, demam lebih dari 37,5 derajat dan lebih dari dua hari sebaiknya beri tahu dokter.

8. Mual dan Muntah
Demam dan menggigil akibat kerusakan ginjal nantinya bisa menyebabkan gejala sistemik, seperti mual dan muntah. Jika sudah begini, kebanyakan dari wanita merasa tidak nafsu makan dan lemas.

9. Kaki Bengkak
Kadar natrium berlebih yang tidak bisa diproses oleh ginjal akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, terutama di pergelangan kaki. Gejala ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, masalah hati, dan masalah pembuluh darah kronis.

10. Gangguan Tidur
Masalah ginjal juga mempengaruhi jadwal tidur. Sulit tidur terjadi karena proses penyaringan ginjal tidak berjalan dengan baik sehingga racun cenderung tetap dalam darah. Tanda ini cenderung dialami oleh wanita obesitas.

Kebanyakan tanda ginjal bermasalah pada wanita sering disalahpahami sebagai Infeksi Saluran Kemih (ISK). Jadi, laporkanlah keluhan apa pun kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Selain itu, kunci menjaga ginjal agar tetap sehat adalah tidur yang cukup, minum air putih setidaknya dua liter, dan konsumsi makanan yang 'ramah' ginjal.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "10 Tanda Ginjal Bermasalah pada Wanita, Kulit Kering hingga Susah Pipis"