Hagia Sophia

27 December 2022

Beberapa Tanda Bila Pembuluh Darah di Otak Pecah, Bisakah Dicegah?

Tanda-tanda pembuluh darah pecah di otak (Foto: thinkstock)

Tanda-tanda pembuluh darah pecah di otak (stroke hemoragik) harus segera ditangani sebelum membahayakan nyawa pengidapnya. Sebab, pendarahan memberi tekanan pada sel-sel otak di sekitarnya dan mengakibatkan aliran darah jadi terhambat.

Stroke hemoragik bermula dari benjolan atau pembengkakan di pembuluh darah otak yang disebut aneurisma. Aneurisma kerap terlihat seperti buah beri kecil yang tergantung di batang otak. Cepat atau lambat hal tersebut menyebabkan kerusakan jaringan otak yang ditandai dengan gejala neurologis.

Selain aneurisma, pembuluh darah pecah di otak dapat disebabkan oleh hal lain, seperti tumor, obat pengencer darah, tekanan darah tak terkontrol dalam waktu lama, dan cedera kepala. Sayangnya, hanya sedikit orang yang menyadari masalah pembuluh darah. Maka dari itu, kenali gejalanya sebelum keadaannya lebih parah.

Tanda-tanda Pembuluh Darah Pecah

Stroke hemoragik yang terjadi di dalam otak juga disebut perdarahan intraserebral. Gejalanya bisa bervariasi pada setiap orang. Waspadai gejala berikut ini dikutip dari Cleveland:
  • Sakit kepala (para ahli sering menyebutnya sakit kepala "thunderclap" karena terjadi secara mendadak dan parah).
  • Sensitivitas cahaya, di mana cahaya terang menyebabkan nyeri seperti sakit kepala yang parah (fotofobia).
  • Pusing atau vertigo.
  • Mual dan muntah.
  • Kejang.
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.
  • Koma.
  • Aphasia (kesulitan dengan atau kehilangan kemampuan berbicara) atau berbicara cadel atau tidak jelas (dysarthria).
  • Kelumpuhan atau kehilangan indra peraba.
  • Kehilangan satu sisi dari semua indera dua sisi (penglihatan, pendengaran dan sentuhan).
  • Leher kaku.
Dikarenakan banyak orang yang mengalami tanda-tanda pembuluh darah pecah secara tidak sadar, dokter akan menguji refleks tubuh tertentu, seperti reaksi pupil terhadap cahaya. Guna mendapatkan diagnosis yang lebih rinci, dokter juga melakukan pemeriksaan neurologis atau pencitraan diagnostik.

Lantas, apakah penyakit ini bisa dicegah? Tentu bisa dengan rutin mengatur tekanan darah. Hal itu bisa dimulai dari perubahan gaya hidup lebih sehat, mengontrol berat badan, dan mengurangi penggunaan rokok serta alkohol.





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "11 Tanda-tanda Pembuluh Darah Pecah di Otak yang Tidak Boleh Disepelekan"