Hagia Sophia

04 December 2022

Hal Ini yang Membuat Pele Kembali Masuk Rumah Sakit

Pele dikabarkan mengidap kanker kolon (Foto: AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS)

Legenda sepakbola asal Brasil, Pele, dikabarkan masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan kanker kolon atau kanker usus besar yang diidapnya. Pele dikabarkan masuk rumah sakit pada Selasa (29/11/2022).

Pada 2021, Pele juga sempat menjalani operasi pengangkatan tumor di usus besar. Sebelumnya, pada 2019 pemilik nama asli Edson Arantes do Nascimento ini juga dirawat di Paris karena infeksi saluran kemih.

Kali ini, Pele dikabarkan menjalani perawatan paliatif usai kemoterapi yang ia jalankan tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Dikutip dari Reuters, Pele juga mengalami masalah infeksi pernapasan.

Melalui unggahan terbarunya di Instagram pada Sabtu (3/12), ia mengatakan bahwa ia kuat dan mengikuti perawatan seperti biasanya. Pele juga berterima kasih atas doa dan dukungan para penggemar di seluruh dunia.

"Saya sangat percaya pada Tuhan dan setiap pesan cinta yang saya terima dari kalian semua di seluruh dunia membuat saya penuh energi," tulisnya.

Apa itu Kanker Kolon?

Mengutip dari Mayo Clinic, kanker kolon atau kanker usus besar adalah terbentuknya gumpalan sel kecil yang mulanya jinak disebut polip yang terbentuk di bagian dalam usus besar. Seiring waktu, beberapa polip ini akan membersar dan menjadi kanker usus besar. Kanker usus besar ini biasanya menyerang orang dewasa yang lebih tua.

Kanker kolon kerap juga disebut kanker colorectal atau kolorektal, karena kerap bermula dari area rektum atau dubur yang merupakan bagian paling ujung dari usus besar.

Polip ini berukuran kecil dan sedikit bergejala. Biasanya, dokter akan melakukan tes skrining secara rutin untuk mencegah kanker kolon dengan menghilangkan polip yang masih jinak sebelum menjadi kanker.

Gejala Kanker Kolon

Berikut tanda dan gejala kanker usus besar:
  • Perubahan kebiasaan BAB terus-menerus, diare, konstipasi, atau perubahan konsistensi tinja
  • Perdarahan di dubur atau tinja
  • Ketidaknyamanan perut terus-menerus seperti kram, gas, atau nyeri.
  • Merasa usus tidak benar-benar kosong
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
Sebagian orang yang mengalami kanker kolon tidak merasakan gejala di tahap awal penyakit. Namun saat gejala muncul biasanya bervariasi, tergantung ukuran dan letak kanker di usus besar.

Penyebab dan faktor risiko

Tidak diketahui pasti apa penyebab kanker kolon. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan risiko kanker usus.

1. Usia
Kanker kolon bisa menyerang usia berapapun, tetapi usia lanjut lebih rentan mengalaminya.

2. Keturunan
Jika anggota keluarga mengidap kanker kolon, risiko untuk terkena kondisi tersebut juga semakin tinggi. Risiko akan semakin tinggi apabila dialami keluarga kandung yang menderita kanker kolon sebelum usia 45 tahun.

3. Pola hidup tak sehat
Pola hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, jarang berolahraga dan obesitas dapat berisiko tinggi mengalami kanker kolon.

Pencegahan Kanker Kolon

Dikutip dari Cancer.org, ara mencegah kanker kolon tak jauh jauh dari kebiasaan hidup sehat seperti menjaga asupan makan sehat dan berolahraga.

1. Melakukan tes skrining
Tes skrining dilakukan untuk mengetahui kondisi organ tubuh, khususnya kolon sebelum tanda dan gejala muncul. Tes ini dilakukan lebih awal untuk mencegah terjadinya kanker. Tes ini bisa dimulai sejak usia 45 tahun untuk orang dengan usia risiko rata-rata.

2. Perbanyak makan buah dan sayur
Rutin mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar. Selain itu, mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan juga dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker kolon.

3. Olahraga teratur
Berolahraga secara teratur juga dapat menurunkan risiko kanker kolon. Sebaliknya, jika tidak bergerak aktif, maka risiko terkena kanker kolon juga semakin besar.

4. Kendalikan berat badan
Orang dengan obesitas berisiko tinggi terkena dan meninggal akibat kanker kolon. Makan lebih sehat dan meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu mengontrol berat badan.

5. Jangan merokok
Merokok dalam waktu lama lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker kolon dibanding yang tidak merokok.

6. Hindari alkohol
Penggunaan alkohol dikaitkan dengan risiko terkena kanker kolon yang lebih tinggi. Sebaiknya kurangi atau hindari konsumsi alkohol karena itu buruk bagi kesehatan.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mengenal Kanker Kolon, Kondisi yang Bikin Pele Masuk RS Lagi"