Hagia Sophia

01 December 2022

Ini Dokter Spesialis yang Dibutuhkan di Indonesia Saat Ini

Menkes Budi Gunadi Sadikin, Foto: Hana Nushratu Uzma/detikHealth

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong percepatan produksi dokter spesialis. Indonesia disebutnya membutuhkan 330 dokter spesialis untuk 514 kabupaten/kota, misalnya untuk keperluan pasang ring jantung.

Pemasangan ring dilakukan pada pasien jantung dan membutuhkan penanganan cepat selama 2x24 jam. Selama ini, baru ada 100 kab/kota yang memiliki alat pasang ring, sehingga potensi pasien tak selamat terbilang besar.

"Untuk bisa pasang ring itu butuh spesialis jantung pembuluh darah intervensi, jadi sekaligus dia spesialis tapi dia masih ada spesialis intervensi," benernya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (30/11/2022).

"Atau kalau nggak ada spesialis pembuluh darah intervensi, dia harus penyakit dalam tapi yang konsumen kardiovaskular intervensi, ini yang sulit," kata dia.

Perhitungan Menkes, dari ketersediaan 20 prodi spesialis yang hanya mampu memproduksi 25 dokter per tahun, target tercukupinya 330 dokter baru bisa tercapai selama 15 tahun. Karenanya, Menkes menginisiasi beasiswa khusus di pelayanan ring jantung yang targetnya bisa berpraktik dalam waktu cepat yakni enam bulan.

Ia menyebut komunikasi sudah dilakukan bersama PERKI dan kolegium, keduanya menyanggupi usulan tersebut demi menekan tingginya kematian kasus jantung, penyakit paling bikin tekor BPJS Kesehatan.

Tren minim alat dan dokter spesialis juga dilaporkan pada penyakit lain selain jantung.

"Namun memang yang paling cepat progressnya jantung, karena kebetulan organisasi profesinya sama kolegium-nya kompak kalau cancer stroke ginjal susah ngurus-ngurus itu," sambungnya.

"Karena kebetulan organisasi profesi sama kolegium kompak, kalau stroke ginjal itu agak susah ngurusnya, aku rasa dinamikanya antara dokter ini tinggi sekali, tidak kalah dengan dinamika partai politik," pungkas dia.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes: Dinamika Antar Dokter Tinggi Sekali, Tak Kalah dengan Politik"