Hagia Sophia

24 December 2022

RSDC Wisma Atlet Masih Siapkan Satu Tower Jelang Fase Endemi COVID-19

Foto: Pradita Utama

Kabar tutupnya RSDC Wisma Atlet Kemayoran tersebar di media sosial. Penutupan ini disebut lantaran kasus COVID-19 yang kian menurun.

Kabar ini beredar pada potongan gambar surat yang ditandatangani Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Surat Surat bernomor B-404.N/KA BNPB/PD.01.02/11/2022 tersebut berisi perihal 'Penghentian Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran'.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa penghentian operasional RSDC Wisma Atlet itu dikarenakan menurunnya kasus COVID-19 dan berkurangnya jumlah keterisian di RSDC Wisma Atlet secara signifikan.

"Bersama ini kami sampaikan bahwa untuk operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga akan dihentikan operasionalnya per tanggal 31 Desember 2022," demikian isi surat tersebut seperti dilihat, Jumat (23/12/2022).

Penjelasan Kepala BNPB

Kepala BNPB Letjen Suharyanto memberi penjelasan terkait beredarnya surat tersebut. Dia mengatakan RSDC Wisma Atlet tak seutuhnya ditutup.

Dia mengatakan masih ada 1 tower yang dioperasikan untuk menangani pasien sekaligus antisipasi kondisi kasus COVID-19 di Tanah Air.

"(Surat itu) Betul, tetapi masih disisakan 1 Tower untuk antisipasi perkembangan ke depan," kata Suharyanto saat dimintai konfirmasi.

1 Tower Masih Siaga

RSDC Wisma Atlet sempat mengoperasikan 7 tower atau seluruh tower yang dipunya saat kasus COVID-19 di Indonesia sedang tinggi. Diketahui, kapasitas RSDC Wisma Atlet sekitar 24 ribu.

"Yang masih dibuka Tower 6," ujar dia.

Berdasarkan keterangan dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Tower 6 RSDC Wisma Atlet Kemayoran berkapasitas 650 unit yang bisa menampung 1.750 orang.

Rencana Jokowi Setop PPKM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkini memperlihatkan ancang-ancang bakal mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1. Isyarat pencabutan PPKM level 1 itu dikatakan Jokowi akan dilakukan pada akhir tahun.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2023 seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/12). Jokowi awalnya mengingatkan mengenai perjuangan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Saat Delta masuk, kasus harian kita mencapai 56.000 kasus," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan sejumlah pihak saat itu mengusulkan agar Indonesia menerapkan lockdown. Namun Jokowi kukuh pada keputusannya untuk tak memberlakukan lockdown.

"Saat itu saya ingat hampir 80 persen menteri menyarankan saya untuk lockdown, termasuk masyarakat juga menyampaikan hal yang sama. Kalau itu kita lakukan saat itu mungkin ceritanya akan lain sekarang ini," ujar Jokowi.

Indonesia kemudian menghadapi varian baru yaitu Omicron. Jokowi menyebut Indonesia tetap tenang sehingga kasus COVID-19 bisa dikendalikan.

"Untung kita saat itu masih tenang, tidak gugup, tidak gelagapan, sehingga situasi yang sangat sulit itu bisa kita kelola dengan baik dan hari ini," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan kasus COVID-19 harian sempat berada di angka seribuan. Barulah dia mengatakan kemungkinan PPKM bakal dinyatakan berakhir pada akhir tahun.

"Kemarin kasus harian kita berada di angka 1.200 dan mungkin nanti akhir tahun kita akan menyatakan berhenti PSBB-PPKM, kita," imbuh Jokowi.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Akhir Kisah Wisma Atlet Saat RI Ancang-ancang Masuk Endemi"