Hagia Sophia

24 December 2022

Wanita Ini Terancam Kehilangan Ibu Jarinya di Perawatan Nail Art

Ilustrasi seorang wanita kehilangan satu jarinya gegara infeksi bakteri dari salon kecantikan kuku. Foto: Getty Images

Seorang wanita di Perth, Australia, terancam bakal kehilangan satu ibu jarinya gegara kecelakaan di tempat 'nail art'. Alih-alih berhasil mendapatkan kuku yang cantik, ia malah tertular infeksi bakteri.

Wanita tersebut adalah Sue (48). Awalnya, ia merasakan sakit dan sensasi terbakar di ibu jari. Semuanya berawal dari momen manikur di salon kecantikan.

Sue menceritakan, awalnya orang yang akan merias kuku Sue mengira, kuku aslinya adalah kuku akrilik. Petugas salon kecantikan tersebut kemudian 'menggiling' kuku Sue menggunakan alat, kemudian merendamnya dalam aseton.

Padahal Sue sudah menegaskan, kuku di jarinya tersebut adalah kuku asli, bukan akrilik. Imbas kejadian tersebut, Sue terpapar infeksi bakteri.

"Saya memang memberi tahu mereka bahwa itu adalah kuku saya yang sebenarnya, tetapi mereka terus menggilingnya," beber Sue dikutip dari New York Post, Jumat (23/12/2022).

Lantaran rasa nyerinya tak kunjung mereda dibarengi rasa berdenyut dan sensasi terbakar di ibu jari, Sue kemudian memeriksakan di rumah sakit. Tak disangka, ia kemudian harus menjalani lima hari perawatan. Imbas infeksi dari ibu jarinya, Sue dikabari oleh dokter bahwa ibu jarinya harus diangkat.

"Ini benar-benar berdenyut dan (sakitnya) tidak bisa dihindari," imbuh Sue.

Kini, Sue memutuskan untuk menindaklanjuti kerugian yang dialaminya secara hukum. Ia menegaskan, salon kuku yang 'menggiling' kukunya telah gagal memenuhi standar kebersihan.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ngeri, Wanita Ini Kehilangan Jari gegara Kena Bakteri dari Tempat Nail Art"