Hagia Sophia

24 January 2023

Indra Bekti Sudah Kembali ke Rumah dari RS

Indra Bekti pulang ke rumah, alami pusing dan kelelahan. (Foto: dok. Instagram Indy Barends)

Kabar baik datang dari presenter kondang Indra Bekti (45). Kini, ia sudah menjalani perawatan di rumah setelah sebulan dirawat inap akibat perdarahan otak yang dialaminya.

Sebelumnya, Indra Bekti dilarikan di rumah sakit akibat pingsan di sela-sela siaran di salah satu stasiun radio. Diketahui, ia menjalani serangkaian operasi di RS Abdi Waluyo, Gondangdia, Jakarta Pusat akibat perdarahan otak.

Indra Bekti kini harus menggunakan selang yang ditanam di kepalanya. Selang tersebut bersifat permanen untuk mengalirkan cairan yang ada di kepalanya dan dikeluarkan melalui perut.

Adik Indra Bekti, Cipta menyebut sang kakak terlihat senang saat kembali ke rumah. Namun, sesampainya di rumah Indra Bekti merasakan pusing dan kelelahan.

"Respon di rumah itu keluar dari mobil pas turun, dia lihat langsung senang," ujar Cipta dikutip dari detikHot, Minggu (22/1/2023).

"Di rumah terus pas naik tangga itu dia masih capek langsung ngos-ngosan, terus pusing, di ruang tamu," lanjutnya.

Mengenal Perdarahan Otak

Dikutip dari WebMD, ada beberapa faktor risiko dan penyebab perdarahan otak. Yang paling umum termasuk:

1. Cedera kepala
Cedera adalah penyebab paling umum dari perdarahan di otak bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

2. Tekanan darah tinggi
Kondisi kronis ini dalam jangka waktu yang lama dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati adalah penyebab utama perdarahan otak yang dapat dicegah.

3. Aneurisma
Ini adalah pelemahan pada dinding pembuluh darah yang membengkak. Itu bisa pecah dan berdarah ke otak, menyebabkan stroke.

4. Kelainan pembuluh darah (Malformasi arteriovenosa)
Kelemahan pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak dapat muncul saat lahir dan didiagnosis hanya jika timbul gejala.

5. Angiopati amiloid
Ini adalah kelainan dinding pembuluh darah yang terkadang terjadi seiring dengan penuaan dan tekanan darah tinggi. Ini dapat menyebabkan banyak perdarahan kecil yang tidak diketahui sebelum menyebabkan yang besar.

6. Kelainan darah atau perdarahan
Hemofilia dan anemia sel sabit keduanya dapat berkontribusi pada penurunan kadar trombosit dan pembekuan darah. Pengencer darah juga merupakan faktor risiko.

7. Penyakit hati
Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan perdarahan secara umum.

8. Tumor otak.

Gejala Perdarahan Otak

Dikutip dari WebMD, perdarahan otak merupakan salah satu jenis stroke. Kondisi ini disebabkan oleh arteri di otak yang pecah dan menyebabkan perdarahan lokal di jaringan sekitarnya. Perdarahan ini juga membunuh sel-sel otak.

Gejala perdarahan otak bisa bermacam-macam tergantung dari lokasi perdarahan, tingkat keparahan perdarahan, dan jumlah jaringan yang terkena. Gejala cenderung berkembang secara tiba-tiba dan mungkin bisa memburuk. Adapun gejalanya, seperti:
  • Tiba-tiba sakit kepala parah
  • Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya
  • Kelemahan di lengan atau kaki
  • Mual atau muntah
  • Penurunan kewaspadaan; kelesuan
  • Perubahan dalam penglihatan
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Indera perasa yang tidak normal
  • Penurunan kesadaran
Karena beberapa pendarahan otak dapat melumpuhkan atau mengancam jiwa, penting untuk mendapatkan bantuan medis dengan cepat jika mengalaminya.




















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Indra Bekti Sudah Pulang dari RS, Alami Pusing dan Kelelahan Setibanya di Rumah"