Hagia Sophia

24 January 2023

Pendiri Google Turun Gunung Temui CEO Google, Ada Apa?

Sergey Brin (kiri) dan Larry Page (kanan). Foto: AP/Paul Sakuma

Pada Desember 2019, Larry Page dan Sergey Brin resmi mundur dari jabatannya di Google, masing-masing dari posisi CEO dan Presiden. Posisinya itu diserahkan ke Sundar Pichai, yang sampai saat ini masih menjadi CEO Google.

Meski begitu, Page dan Brin sebenarnya masih tercatat sebagai "pegawai" Google dan punya tempat di dewan direksi. Namun bisa dibilang, sejak saat itu Page dan Brin sama-sama sudah tak lagi mengurus keseharian bisnis Google, dan mencari kesibukannya masing-masing.

Sesekali mereka memang masih datang ke kantor Google di Silicon Valley. Namun itu pun bukan untuk mengurus bisnis Google, melainkan untuk mengecek proyek-proyek yang ada di bawah Google X, yang kini bernama X Development.

Namun Page dan Brin kini kembali ke Google setelah dimintai bantuan oleh Pichai, karena posisi Google yang "terancam". Ya, raksasa mesin pencari itu merasa terancam bisnis utamanya karena kehadiran ChatGPT, chatbot berbasis AI bikinan OpenAI.

Pichai mengundang Page dan Brin atas dasar keresahan sejumlah eksekutif Google yang merasa terancam atas kehadiran chatbot AI ChatGPT.

Di Google, Page dan Brin meninjau strategi produk kecerdasan buatan (AI) Google, dan kemudian menyetujui rencana Google ke depannya soal penerapan chatbot ke dalam mesin pencari mereka.

Alhasil kini Google berencana untuk memamerkan lebih dari 20 produk baru dan mendemonstrasikan chatbot bikinannya yang dibenamkan ke dalam mesin pencari. Belum ada tanggal pasti untuk peluncuran ini, namun kemungkinan akan dilakukan di ajang Google I/O 2023 pada Mei mendatang.

Sebelum ChatGPT hadir, Google tampaknya memang lebih "main aman" dengan AI, karena jika mereka merilis chatbot terlalu terburu-buru ditakutkan bisa merusak reputasi Google.

Google, yang tadinya adem ayem karena bisa dibilang mesin pencari mereka tanpa lawan, ternyata bisa terusik oleh ChatGPT, layanan chatbot gratis yang digarap oleh OpenAI, startup asal San Francisco yang salah satunya didirikan oleh Elon Musk, dan mendapat suntikan dana dari Microsoft.
























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Bisnis Google Terancam, Pendirinya Sampai Turun Gunung"