Hagia Sophia

14 March 2023

Beberapa Ciri Sifilis pada Pria yang Harus Diwaspadai

Foto: Getty Images/iStockphoto

Sifilis menjadi salah satu penyakit kelamin yang ditakuti. Tanpa pengobatan, sifilis dapat menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh dan bahkan meningkatkan risiko infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Lantas, bagaimana mengetahui ciri sifilis pada pria?

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponem pallidum. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak diobati.

Setiap orang yang aktif secara seksual bisa terkena sifilis. Penyakit ini dapat ditularkan selama melakukan seks oral, anal, dan vaginal. Sifilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak langsung pada luka sifilis. Pada pria, luka bisa terjadi pada atau di sekitar penis, anus, rectum atau di sekitar mulut. Luka ini bisa menimbulkan rasa sakit, jadi mungkin mereka yang memilikinya tidak menyadari hal tersebut.

Penggunaan kondom yang benar dapat mengurangi risiko sifilis jika kondom menutupi luka. Namun, terkadang luka muncul di area yang tidak tertutup kondom sehingga masih memungkinkan tertular sifilis. Selain itu, seseorang juga dapat tertular penyakit ini melalui kontak dengan benda-benda seperti dudukan toilet, gagang pintu, kolam renang, bak mandi, pakaian bersama, atau peralatan makan.

Terkena sifilis sekali bukan berarti tidak memiliki kemungkinan untuk terkenanya lagi. Bahkan, setelah berhasil diobati, seseorang masih bisa terinfeksi.

Ciri Sifilis pada Pria

Penyakit ini dibagi menjadi beberapa tahap, yakni primer, sekunder, laten, dan tersier. Masing-masing tahap memiliki gejala yang berbeda. Meskipun begitu, tahap-tahap ini mungkin tumpeng tindih dan gejalanya tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama. Bahkan, bisa saja seseorang terinfeksi sifilis tanpa memperlihatkan gejala apa pun selama bertahun-tahun.

Berikut adalah beberapa ciri sifilis pada pria

1. Sifilis primer
Tanda pertama sifilis adalah luka kecil yang disebut chancre. Luka ini muncul di tempat bakteri masuk ke dalam tubuh. Kebanyakan orang yang terinfeksi sifilis hanya memiliki satu chancre, namun ada pula yang memiliki beberapa luka.

Chancre biasanya berkembang sekitar tiga minggu setelah paparan. Banyak orang yang mengidap sifilis tidak memperhatikan chancre karena biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan mungkin tersembunyi di dalam vagina atau rektum. Luka akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu tiga sampai enam minggu.

2. Sifilis sekunder
Dalam beberapa minggu setelah penyembuhan chancre, tubuh mungkin akan mengalami ruam yang dimulai di batang penis, tetapi kemudian menjalar hingga ke seluruh tubuh, bahkan ke telapak tangan dan kaki.

Ruam ini biasanya tidak gatal dan bisa disertai luka seperti kutil di mulut atau area genital. Beberapa orang juga mengalami kerontokan rambut, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Tanda dan gejala ini dapat hilang dalam beberapa minggu atau berulang kali datang dan pergi selama setahun.

3. Sifilis laten
Jika tidak diobati, sifilis dapat berpindah dari tahap sekunder ke tahap tersembunyi (laten). Tahap ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Tanda dan gejala mungkin tidak pernah kembali atau penyakit dapat berlanjut ke tahap ketiga (tersier).

4. Sifilis tersier
Sekitar 15 hingga 30 persen orang yang terinfeksi sifilis yang tidak mendapatkan pengobatan akan mengalami komplikasi yang dikenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium akhir, penyakit ini dapat merusak otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian. Masalah ini dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi di awal tidak diobati.

Selain tipe-tipe di atas, ada pula penyakit sifilis bawaan. Bayi yang lahir dari wanita yang mengidap sifilis dapat terinfeksi melalui plasenta atau selama kelahiran. Sebagian besar bayi baru lahir dengan sifilis kongenital tidak memiliki gejala, meskipun beberapa mengalami ruam di telapak tangan dan kaki.

Tanda dan gejala lainnya mungkin termasuk ketulian, kelainan bentuk gigi, dan hidung pelana. Namun, bayi yang lahir dengan sifilis juga bisa lahir terlalu dini, meninggal dalam kandungan, atau meninggal setelah lahir.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "4 Ciri Sifilis pada Pria yang Tak Boleh Disepelekan"