Hagia Sophia

29 May 2023

Jepang Sedang Hadapi Krisis Populasi, Tapi Kota Ini Miliki Angka Kelahiran Tinggi

Ilustrasi kota di Jepang dianggap ajaib lantaran memiliki banyak angka kelahiran meski negaranya diterpa 'resesi seks'. Foto: David Mareuil/Getty Images

Jepang tengah mengalami masalah rendahnya angka kelahiran yang dapat berdampak pada krisis populasi. Namun ada salah satu kota di Jepang, yaitu Nagi justru memiliki angka kelahiran yang tinggi.

Tingkat kesuburan di Nagi meningkat lebih dari dua kali lipat dari 1,4 menjadi 2,95 pada tahun 2019. Turun sedikit pada tahun 2021 menjadi 2,68 namun masih jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional yaitu 1,3 kelahiran per wanita.

Tingkat kelahiran yang tinggi adalah hasil dari dua dekade inisiatif lokal yang dirancang untuk membuat kota pertanian ini menjadi 'utopia' membesarkan anak. Menurut perkiraan, populasi Jepang akan anjlok dari yang saat ini 125 juta menjadi 87 juta pada 2070.

Nagi mendapatkan julukan 'kota ajaib' Jepang. Melalui kombinasi insentif dan melibatkan komunitas dalam membesarkan penduduk termudanya, Nagi dapat menahan tren demografis yang kurang baik di Jepang.

Salah satu bentuk pendekatan yang baik untuk menciptakan lingkungan ramah mengasuh anak nampak pada Nagi Child Home, fasilitas penitipan anak. Orang tua dapat meninggalkan anak mereka dalam pengasuhan staf sementara mereka dapat meluangkan waktu pribadi untuk bekerja, berbelanja, hingga mengunjungi dokter.

Biaya yang perlu dikeluarkan untuk menitipkan anak mereka hanya sebesar 300 yen (Rp 32 ribu) per jamnya.

"Kami berusaha membuat membesarkan anak-anak menyenangkan dengan menghilangkan kecemasan orang tua tentang keuangan, atau jika anak mereka jatuh sakit," ucap kepala divisi informasi dan perencanaan kota, Takamasa Matsushita dikutip dari The Guardian, Senin (29/5/2023).

"Ini memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan mereka dan mereka tidak memerlukan alasan khusus untuk menggunakan layanan ini," sambungnya.

Lingkungan yang baik untuk mengasuh anak membuat banyak orang tua di Nagi tidak takut untuk memiliki banyak anak. Keluarga dengan tiga anak bukan hal aneh di Nagi. Menurut statistik, 47 persen keluarga di Nagi memiliki tiga anak atau lebih.

Keluarga bisa memperoleh keuntungan finansial berupa pembayaran satu kali sebanyak 100 ribu yen (Rp 10,6 juta) untuk setiap kelahiran anak.

Keuntungan finansial lain yang bisa didapatkan adalah perawatan kesehatan gratis untuk anak sampai 18 tahun. Orang tua juga tidak membayar buku pelajaran sekolah anak sampai menyelesaikan pendidikan wajib pada usia 15 tahun.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Banyak Bayi Lahir, Kota di Jepang Ini Dianggap Ajaib di Tengah Resesi Seks"