Hagia Sophia

20 May 2023

Walau Angka Kelahiran Turun, Hong Kong Enggan Beri Insentif ke Orangtua

Pemerintah Hong Kong ogah beri insentif warganya yang mau punya anak. (Foto: Pradikta Kusuma/d'Traveler)

Hong Kong menjadi salah satu daerah di Asia yang mengalami masalah jumlah populasi. United Nations Population Fund (UNFPA) bahkan menyebut Hong Kong menjadi salah satu wilayah dengan angka kelahiran terendah di dunia.

Hong Kong saat ini memiliki angka kelahiran berjumlah 0,8 kelahiran per wanita. Jumlah tersebut lebih rendah dari angka 2,1 untuk menjaga stabilitas populasi.

Tidak seperti negara Asia lainnya yang memiliki masalah populasi, hingga saat ini Hong Kong masih 'ogah' memberikan insentif pada warganya yang mau memiliki anak. Walau begitu, pemerintah Hong Kong telah memperpanjang cuti hamil yang sebelumnya hanya 4 minggu menjadi 14 minggu.

Selain itu, cuti untuk ayah juga diperpanjang yang awalnya hanya 3 hari menjadi 5 hari dan memiliki tunjangan pajak anak.

Jumlah tunjangan pajak anak akan dinaikkan menjadi 130 ribu dolar Hongkong (Rp 248,6 juta), namun Sekretaris Keuangan Paul Chan Mo-Po mengungkapkan tidak akan memberikan hadiah uang tunai untuk orang yang memiliki anak.

Pihak berwenang menilai bahwa memiliki anak adalah keputusan keluarga yang penting sehingga pemerintah harus menghindari intervensi. Namun, pemerintah punya peranan besar untuk menyediakan lingkungan yang dapat mendukung orang tua untuk membesarkan anak.

Eunice Yung Hoi-yan seorang anggota parlemen dari Partai Rakyat Baru yang juga ibu dua anak menyerukan pembentukan komite tingkat tinggi tentang kebijakan kependudukan dan kebijakan kependudukan menyeluruh dengan langkah-langkah bertujuan mendorong warga untuk memiliki bayi.

Yung mengungkapkan bahwa ia hanya menghabiskan sedikit waktu bersama kedua putrinya. Putrinya saat ini berusia 4 dan 3 tahun.

"Saya hanya bisa melihat mereka dan memeluk mereka selama 15 menit ketika mereka bersiap-siap ke sekolah setiap pagi. Ketika saya kembali jam 9.30 malam setelah janji makan malam, mereka sudah tidur," kata Yung dikutip dari CNA, Jumat (19/5/2023).

"Banyak orang tua di Hong Kong menghadapi hal yang sama," sambungnya lagi.

Yung mendesak pemerintah bisa segera membuat tempat penitipan anak di tempat bekerja. Hal tersebut memudahkan orang tua untuk bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak mereka.

Kurang ramahnya lingkungan orang tua untuk membesarkan anak dinilai menjadi salah satu penyebab utama banyak pasangan enggan memiliki anak.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hong Kong Ogah Beri Insentif untuk Orang Tua Meski Angka Kelahiran Anjlok"