Hagia Sophia

13 August 2023

Akibat Minum Obat Sakit Gigi, Darah Wanita Ini Berubah Jadi Biru

Wanita ini mengidap kelainan darah usai tenggak obat sakit gigi. (Foto: New England Journal of Medicine)

Seorang wanita 25 tahun di Rhode Island, Amerika Serikat, mengidap kondisi langka yang membuat darahnya berubah menjadi biru tua. Kondisi itu disebut sebagai methemoglobinemia.

Dalam kasusnya yang dipublikasi di New England Journal of Medicine, wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu mengatakan sempat menggunakan obat pereda nyeri topikal untuk sakit gigi.

Namun, keesokan paginya, wanita itu mengeluhkan rasa sakit dan langsung dilarikan ke unit gawat darurat.

"Saya lemah dan saya membiru," katanya kepada dokter ruang gawat darurat.

Seorang dokter UGD di Rumah Sakit Miriam di Rhode Island, Dr Otis Warren, mengatakan bahwa wanita itu datang dengan semburat kebiruan. Kondisi itu disebut oleh dokter sebagai sianotik, yakni kondisi medis saat kulit dan kuku berwarna kebiruan. Ini adalah tanda khas tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Pada pemeriksaan awal menunjukkan kadar oksigen dalam darah wanita itu sekitar 88 persen, yang lebih rendah dari normalnya.

Darah wanita itu terlihat berwarna biru tua. Tetapi, darah yang diambil dari vena tidak membawa oksigen. Darah yang diambil dari pembuluh darah dan arterinya juga berwarna biru tua.

Dr Warren langsung mengetahui masalah kesehatan yang dialami wanita 25 tahun itu, yakni methemoglobinemia. Sebelumnya, dia pernah melihat satu kasus, selama masa residensinya, saat seseorang mengembangkan penyakit tersebut usai dirawat dengan antibiotik.

"Warna kulitnya terlihat persis sama. Kamu melihatnya sekali, dan itu tetap ada di pikiranmu," kata Warren kepada NBC News, yang dikutip Sabtu (12/8/2023).

Diagnosis tersebut mendorong Warren untuk melakukan pengukuran yang lebih tepat terhadap kadar oksigen dalam darah wanita tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata kadar oksigennya jauh lebih rendah, yaitu 67 persen. Pada tingkat ini, kerusakan jaringan dapat terjadi.

Dalam kasus wanita itu, dia tidak minum antibiotik. Sebagai gantinya, dia menggunakan obat mati rasa yang dijual bebas, yang mengandung benzocaine, untuk membantu mengatasi rasa sakit akibat sakit gigi.

Dia memberitahu Dr Warren bahwa dia tidak menggunakan menghabiskan semua isi botol itu, tetapi jelas baginya bahwa dia telah menggunakan banyak sekali.

Methemoglobinemia terjadi saat zat besi dalam darah seseorang berubah bentuk dan tidak bisa lagi mengikat oksigen untuk membawanya ke seluruh tubuh. Artinya, meski orang itu bernapas, bagian tubuh lainnya akan merasa seperti tercekik.

Kondisi methemoglobinemia ini masih bisa diobati, dengan obat yang disebut metilen biru. Dalam perawatannya, wanita itu diberikan obat secara intravena dan selanjutnya melaporkan kondisinya yang sudah semakin membaik.

Meski begitu, dia tetap diberi dosis kedua dan menghabiskan malam di rumah sakit untuk observasi. Hingga dipulangkan keesokan paginya dan mendapat rujukan ke dokter gigi.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus Langka Darah Berubah Warna Jadi Biru usai Tenggak Obat Sakit Gigi"