Hagia Sophia

21 January 2024

Pakar Kesehatan: Pandemi 'Disease X' 20 Kali Lebih Mematikan dari COVID-19

Ilustrasi sorotan pakar perihal 'Disease X' biang kerok pandemi baru, 20 kali lebih mematikan dari COVID-19. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage

Pakar kesehatan di dunia kini menyoroti potensi kemunculan pandemi baru, yang sebelumnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut sebagai 'Disease X'. Pakar menyoroti, penyakit ini 20 kali lebih mematikan dibandingkan COVID-19 dan berpotensi merenggut 50 juta jiwa.

Pemimpin Satuan Tugas Vaksin Inggris pada tahun 2020, Kate Bingham, menyebut dunia tak seharusnya berpuas diri karena COVID-19 sudah bisa dianggap sebagai 'penyakit biasa'.

"Pandemi flu tahun 191819 menewaskan sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia, dua kali lebih banyak dari jumlah korban tewas dalam Perang Dunia I," ujarnya dikutip dari Daily Records, Minggu (20/1/2024).

"Saat ini, kita memperkirakan jumlah kematian yang sama disebabkan oleh salah satu dari sekian banyak virus yang sudah ada. Saat ini, terdapat lebih banyak virus yang sibuk bereplikasi dan bermutasi dibandingkan gabungan semua bentuk kehidupan lain di planet kita. Tidak semuanya menimbulkan ancaman bagi manusia, tetapi banyak juga yang menjadi ancaman," sambungnya.

Muncull prediksi, ada sekitar satu juta lebih serangga tak dikenal di luar sana, yang mampu berpindah dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lain. Dengan kekuatan itulah, ada potensi jutaan orang bisa dimusnahkan oleh penularan penyakit.

"Kita beruntung dengan adanya COVID-19, meskipun faktanya penyakit ini menyebabkan 20 juta atau lebih kematian di seluruh dunia. Intinya adalah sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini berhasil pulih," jelasnya.

"Bayangkan Disease X menular seperti campak dengan tingkat kematian akibat Ebola (sebesar 67 persen). Di suatu tempat di dunia, penyakit ini menyebar, dan cepat atau lambat," beber Kate lebih lanjut.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kata Pakar soal Pandemi Baru 'Disease X', 20 Kali Lebih Mematikan dari COVID"