Hagia Sophia

14 February 2024

Kasus Meninggal Pertama Akibat Penyakit Alaskapox

Ilustrasi pria meninggal setelah terinfeksi cacar Alaska (Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff)

Negara bagian AS, Alaska baru-baru ini melaporkan kasus fatal pertama akibat cacar Alaska atau Alaskapox.

Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan Masyarakat Alaska (ADPH), seorang pria lanjut usia di Semenanjung Kenai, tertular virus tersebut pada bulan September 2023, diduga berasal dari kucing liar yang terinfeksi dan mencakarnya.

Pria tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat pengobatan kanker. Ia baru pertama kali menyadari adanya benjolan merah di ketiaknya. Selama beberapa minggu berikutnya, ia juga mengalami kelelahan dan nyeri di lengan serta bahunya.

Pada 17 November, pasien dirawat di rumah sakit karena selulitis atau infeksi kulit akibat bakteri. Ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Anchorage dan menjalani serangkaian tes untuk menentukan sumber infeksi yang dialami.

"Meski mendapat perawatan intensif, pasien tersebut akhirnya meninggal pada Januari 2024 setelah mengalami malnutrisi, gagal ginjal akut, dan gagal napas," kata laporan tersebut, dikutip dari Fox News.

"Ini adalah kasus pertama infeksi cacar Alaska yang parah yang mengakibatkan rawat inap dan kematian. Status imunokompromais pasien kemungkinan besar berkontribusi terhadap keparahan penyakit," lanjut laporan tersebut.

Apa Itu Alaskapox?

Cacar Alaska mirip dengan orthopoxvirus lainnya, seperti cacar monyet (monkeypox) dan cacar (smallpox). Namun, gejala cacar Alaska umumnya tak lebih parah daripada cacar lainnya.

Cacar Alaska termasuk penyakit zoonosis, yang ditularkan antara manusia dan hewan. Alaskapox disebarkan oleh mamalia kecil di Alaska, terutama tikus.

Sejak kasus pertama yang terdokumentasi di Fairbanks pada tahun 2015, hanya ada enam kasus tambahan, termasuk pria di Semenanjung Kenai yang meninggal karena infeksi tersebut.

Semua kasus ini menimpa orang-orang yang tinggal di kawasan hutan dan pernah merawat hewan peliharaan yang pernah melakukan kontak dengan mamalia kecil.

Ketua departemen kedokteran dan kepala penyakit menular di Rumah Sakit Mt. Sinai South Nassau di New York, Dr Aaron Glatt, menyatakan meskipun cacar Alaska adalah sejenis orthopoxvirus, namun penyakit ini tidak terlalu mengkhawatirkan seperti cacar lainnya.

"Itu terjadi di keluarga yang sama, tapi itu tidak berarti [menjamin] tingkat kekhawatiran yang sama bagi masyarakat umum," katanya melalui panggilan telepon dengan Fox News Digital.

"Saya pikir ini adalah sesuatu yang kita semua harus waspadai, tapi ini bukanlah sesuatu yang menimbulkan bencana kesehatan masyarakat yang besar," lanjutnya lagi.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Alaska Laporkan Kasus Meninggal Pertama Akibat Penyakit Ini"