Hagia Sophia

14 February 2024

Warga Singapura Banyak Cari Obat di Malaysia Karena Harganya Lebih Murah

Ilustrasi obat di Malaysia. (Foto: shutterstock)

Nyaris semua barang di Malaysia terbilang murah. Bukan cuma makanan, obat-obatan juga banyak menjadi 'incaran'. Hal ini diakui sejumlah warga Singapura, yang memilih 'menyetok' obat dari Negeri Jiran.

"Banyak orang tidak tahu bahwa obat resep juga jauh lebih murah," kata Khoo, content creator di Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (13/2/2024).

"Dan Anda bisa membeli obat-obatan untuk jangka waktu hingga tiga bulan. Apoteker tidak mengharuskan Anda memberikan resep dalam bentuk apa pun," sambung dia.

Dirinya mengaku baru mengetahui hal tersebut saat melihat ayah dari rekannya juga melakukan kebiasaan tersebut.

"Belakangan, saya menyadari cukup banyak orang yang melakukannya. Entah mereka membelinya untuk dirinya sendiri atau untuk orang tuanya," kata Khoo.

Warga Singapura tidak hanya mendapatkan obat-obatan yang lebih murah di Malaysia, tetapi juga bisa membeli obat-obatan yang memerlukan resep tanpa memberikan surat keterangan dokter.

Obat-obatan yang memerlukan resep atau konsultasi apoteker misalnya, seperti Lipitor untuk kolesterol tinggi dan Ozempic, obat diabetes yang juga digunakan orang untuk menurunkan berat badan.

Sebagian besar apotek di Johor, mulai dari apotek independen hingga apotek besar, bersedia menjual kepadanya obat-obatan ini, termasuk obat penghilang rasa sakit secara bebas.

Di Singapura, krim steroid seperti Elomet biasanya dijual satu tabung untuk mencegah efek samping akibat penggunaan berlebihan. Namun di Johor, tidak ada batasan.

Salah satu warga Singapura yang ditemui di apotek sedang membeli Twynsta, obat untuk hipertensi.

Di kampung halaman, satu kotak berharga lebih dari S$100 (Rp 1.157.000), dibandingkan dengan RM66 (S$19) (atau setara 215 ribu) di Johor, demikian kesaksian warga Singapura.

"Saat saya menyadarinya, saya sangat gelisah karena itu perbedaan (yang besar)," beber warga yang tidak disebutkan namanya tersebut.

"Saya berhenti membeli (obat) dari klinik saya," ujarnya.

Ada kemungkinan bahwa beberapa obat umum masih lebih murah di Malaysia dibandingkan harga bersubsidi di rumah sakit Singapura, menurut Nikki Ng, redaktur pelaksana MIMS Healthcare Data, yang menerbitkan laporan medis dan terkait obat.

Sekotak tablet Micardis 40 miligram, untuk tekanan darah tinggi, berharga RM62 atau sekitar Rp 200 ribu dan sekitar SG$53 di Singapura atau Rp 600 ribu.

Begitu pula dengan obat-obatan lain di Malaysia, umumnya kisaran perbedaan harga mencapai 50 persen.

Rupanya, hal ini berkaitan dengan persaingan antar apotek di sana.

"Terkadang di jalan yang sama, Anda akan menemukan setidaknya tiga hingga empat apotek," kata Ng.

"Mereka bisa dari jaringan besar (atau) bisa dari apotek perorangan.

"Ketika persaingan sangat ketat, apotek akan menurunkan harga hanya untuk memastikan pelanggan datang kembali."


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Diburu Warga Singapura, Kenapa Obat di Malaysia Bisa 50 Persen Lebih Murah?"