Hagia Sophia

14 February 2024

Vidi Aldiano Masih Berjuang Atasi Kanker Ginjal, Ini Kisahnya

Vidi Aldiano (Foto: Instagram @vidialdiano)

Vidi Aldiano hingga saat ini masih berjuang untuk mengobati kanker ginjal yang diidapnya. Berbagai ikhtiar dia jalani demi memperoleh kesembuhan. Bahkan tak hanya menjalani pengobatan medis, penyanyi 'Nuansa Bening' itu juga meluangkan waktu terbang ke Koh Samui, Thailand, untuk menjalani detoks demi kesembuhannya.

Selama hampir dua pekan menjalani detoks, suami Sheila Dara itu mengalami pasang surut yang berkaitan dengan kesehatan tubuh dan mentalnya.

"Downside-nya, gue banyak diuji mentalnya sebenarnya di sini, tidak mudah karena detoks di sini tuh programnya kita tidak makan solid food for 11 days," kata Vidi Aldiano dikutip dari unggahan video seperti dilihat detikcom, Senin (12/2/2024).

Penyanyi berusia 33 tahun itu juga mengatakan sempat susah tidur, mual, hingga lemas karena program detoks mengharuskan dirinya tak makan makanan padat.

Bahkan, Vidi mengaku dirinya mengalami depresi dan body dysmorphia. Ia rupanya merasa tertekan karena badannya tampak kurus.

Vidi pun mengungkap berat badannya mengalami penurunan cukup drastis setelah melakukan radiasi untuk pengobatan kanker. Kondisi tersebut membuat Vidi Aldiano kehilangan rasa percaya diri yang signifikan. Dia merasa tidak suka melihat cerminan dirinya.

"Ada satu hari kemarin gue lihat kaca dan I don't like what I'm seeing, terlalu kurus dan gue agak lumayan dysmorphia, agak kayak it's gets in to my head, sampai gue ngaca dan benar-benar sedikit nangis, nggak pede lihat diri sendiri," imbuhnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, body dysmorphic disorder (BDD) atau body dysmorphia adalah suatu kondisi kesehatan mental saat seseorang tak bisa berhenti memikirkan satu atau lebih kekurangan yang dirasakan pada penampilannya. Orang dengan kondisi ini biasanya merasa sangat malu hingga cemas sehingga menghindari banyak situasi sosial.

Sampai saat ini penyebab body dysmorphia masih belum diketahui secara spesifik. Namun terdapat sejumlah faktor tertentu yang dapat meningkatkan seseorang mengalami gangguan tersebut. Di antaranya:
  • Riwayat gangguan dalam keluarga
  • Evaluasi atau pengalaman negatif tentang tubuh atau citra diri
  • Fungsi otak yang tidak normal atau tingkat bahan kimia otak yang tidak normal. disebut serotonin.
Di sisi lain, penyanyi kondang itu mengaku masih berusaha untuk membangun kepercayaan dirinya. Dirinya juga bersyukur bertemu dengan orang lain saat menjalani detoksifikasi tubuh di Koh Samui.

"Tapi selama detoks sebenarnya gue cuma turun sekilo. Dan sampai hari ini juga masih berusaha lebih pede lagi sama keadaan badan gue yang sekarang," tutur pria kelahiran 29 Maret 1990 itu.

"Tapi ups-nya gue bersyukur bisa ketemu banyak orang hebat di tempat detox, banyak pejuang kanker, autoimun, dan banyak juga yang banyak berjuang sembuh di sana," tutupnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pengakuan Vidi Aldiano usai Detoks Kanker di Thailand, Sempat Body Dysmorphia"