Hagia Sophia

20 March 2024

WHO Soroti Warga Gaza yang Terancam Kelaparan

Warga Gaza mengalami kelaparan. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menyoroti nasib warga Gaza yang terancam mengalami kelaparan imbas perang yang terjadi. Serangan Israel tanpa henti dan sulitnya akses bantuan membuat warga Gaza sulit untuk mendapatkan makanan.

Tak sedikit anak-anak di Gaza bahkan juga mengalami malnutrisi. Hal ini menurut WHO dapat memberikan konsekuensi yang besar dan panjang untuk warga Gaza.

"Sebelum krisis ini, terdapat cukup makanan di Gaza untuk memberi makan penduduknya. Malnutrisi jarang terjadi. Sekarang, banyak orang yang sekarat, dan banyak lagi yang sakit," ucap Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman resmi WHO, Selasa (19/3/2024).

WHO mengungkapkan sebelum perang terjadi, sekitar 0,8 persen anak-anak di bawah usia lima tahun yang mengalami kekurangan gizi buruk. Sedangkan dalam laporan terkini di bulan Februari, jumlah tersebut meningkat hingga 12,4 sampai 16,5 persen.

Tanpa peningkatan pengiriman makanan, air, dan pasokan penting lainnya hal ini dinilai akan membuat kondisi Gaza semakin memburuk. Hampir seluruh rumah tangga sudah melewatkan makan setiap hari dan orang dewasa harus mengurangi makan mereka agar anak-anak juga mendapatkan makan.

"Lebih dari satu juta orang diperkirakan akan menghadapi bencana kelaparan kecuali jika tersedia lebih banyak makanan untuk memasuki wilayah Gaza," tambah Tedros.

Situasi saat ini mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan dan kesehatan ribuan orang. WHO mengungkapkan pada saat ini banyak anak-anak mengalami sekarat akibat efek gabungan dari kekurangan gizi dan penyakit.

Malnutrisi yang terjadi membuat kelompok rentan menjadi lebih mudah sakit parah, sulit pulih, hingga meninggal akibat infeksi dari sebuah penyakit. Dampak jangka panjang dari malnutrisi, rendahnya konsumsi makanan kaya nutrisi, infeksi berulang, dan kurangnya layanan kebersihan dan sanitasi memperlambat pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Hal ini menurut WHO dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan seluruh generasi masa depan.

"WHO dan mitranya telah menjalankan misi berisiko tinggi untuk mengirimkan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan bagi petugas kesehatan dan pasien mereka, namun permintaan kami untuk mengirimkan pasokan sering kali diblokir atau ditolak," ungkap pihak WHO.

"Kita melihat pasien-pasien yang berusaha untuk pulih dari operasi penyelamatan jiwa dan kehilangan anggota tubuh, atau menderita kanker atau diabetes. Ibu-ibu yang baru saja melahirkan, atau bayi yang baru lahir, semuanya menderita kelaparan dan penyakit-penyakit yang mengintainya," tandasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Soroti Nasib Warga Gaza di Tengah Ancaman Kelaparan, Separah Ini Dampaknya"