Hagia Sophia

13 April 2024

Keluhan Warga Jepang Usai Minum Suplemen Beni Koji

Foto: ilustrasi/thinkstock

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan para dokter di seluruh negeri menerima keluhan kesehatan dari 95 orang yang mengonsumsi suplemen beni koji dari Kobayashi Phrmaceutical.

Diberitakan The Japan Times, dari 95 orang tersebut, hampir separuhnya berusia 50-an. Sekitar 70 persen dari mereka adalah perempuan.

Dari mereka, banyak yang mengeluhkan kehilangan napsu makan serta masalah urine dan ginjal. Beberapa mengeluhkan masalah perut dan penurunan berat badan.

Sebanyak 75 persen dari 95 orang, gejalanya mereda setelah mereka berhenti minum pil. Namun sisanya memerlukan pengobatan, seperti resep steroid. Tiga di antaranya memerlukan dialisis.

"Kebanyakan dari mereka menunjukkan gejala sindrom Fanconi, kelainan pada saluran ginjal, di mana zat tertentu yang biasanya diserap tubuh dilepaskan ke dalam urine," kata Masaomi Nangaku, ketua Masyarakat Nefrologi Jepang.

Nangaku menambahkan, tidak perlu terlalu khawatir karena kebanyakan orang cenderung sembuh setelah berhenti mengonsumsi suplemen.

"Tetapi mengingat kita telah melihat kerusakan ginjal sebesar ini dan karena ada orang yang mengalami gangguan ginjal tanpa gejala, maka orang yang merasa sakit atau cemas setelah meminumnya harus segera ke rumah sakit dan memeriksakan fungsi ginjalnya," tambahnya.

Lebih dari dua minggu telah berlalu sejak Kobayashi Pharmaceutical mengumumkan penarikan kembali tiga produknya yang mengandung beni kōji. Suplemen ini diiklankan mampu menurunkan kolesterol, tekanan darah dan lemak visceral.

Sejauh ini, lima orang telah meninggal, 212 orang dirawat di rumah sakit dan 1.224 lainnya mencari perawatan medis setelah mengonsumsi suplemen beni koji.













 












Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gejala Sakit Ginjal yang Dikeluhkan Warga Jepang usai Minum Suplemen Beni Koji"