Hagia Sophia

14 April 2024

Lakukan Perjalanan Jauh, Lebih Aman Jalan Malam atau Siang?

Jalan jauh, lebih aman siang atau malam hari? (Foto: Rifkianto Nugroho)

Tidak terasa waktu libur lebaran menghitung hari saja. Arus balik mudik lebaran juga terpantau ramai di beberapa titik jalan. Banyak dari pemudik memilih berkendara saat malam hari. Tujuannya menghindari terik dan panasnya matahari dan menghindari kemacetan.

Praktisi kesehatan tidur dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Paulina Thiomas Ulita, SpS, mewanti-wanti pilihan berkendara malam hingga dini hari lebih berisiko. Meski begitu, pilihan pergi berkendara untuk balik dari mudik pada malam hari tetap bisa disiasati.

"Risikonya lebih besar karena sebenarnya malam hari itu kan waktunya tubuh untuk beristirahat, kalau memang berencana berkendara malam hari, lebih baik istirahat dulu di siang hari supaya tubuhnya siap untuk melakukan perjalanan," jelas dr Paulina saat dihubungi detikcom.

Bagaimanapun, pilihan untuk berkendara malam hari kerap kali tidak terhindarkan. Daripada siang hari terjebak macet, beberapa orang memilih malam hari ketika dirasa lalu lintas lebih longgar.

Menurut dr Paulina, jika memang ingin melakukan perjalanan arus balik mudik pada malam hari maka sebaiknya disiasati dengan menukar waktu tidur.

"Jadi ya terpaksa di-switch ya waktu tidurnya, walaupun tidur di siang hari juga nggak bisa terlalu lama karena nanti malah lemas malamnya untuk melakukan perjalanan," ucap dr Paulina.

Jika pada akhirnya tetap merasa mengantuk saat perjalanan, dr Paulina menyarankan sebaiknya segera mencari tempat istirahat untuk tidur sekitar 10-20 menit.

"Bagaimanapun perjalanan malam hari itu lebih berbahaya karena kewaspadaan menurun, ada rasa mengantuk, tapi bisa disiasati," kata dr Paulina.












 













Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Antisipasi Puncak Arus Balik, Lebih Aman Berkendara Siang atau Malam?"