Hagia Sophia

04 May 2024

Mungkinkah Suhu Panas Ekstrem Bisa Berpengaruh ke Jantung? Ini Penjelasan Pakar

Foto: Ari Saputra/detikcom

Sejumlah negara di Asia Tenggara dilanda cuaca ekstrem. Negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Filipina, hingga Myanmar bahkan turut diserang suhu panas ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena gelombang panas tidak terjadi. Suhu maksimum tertinggi di Indonesia mencapai 36,1 derajat Celcius, dilaporkan Stasiun Meteorologi Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Terlepas dari hal tersebut, cuaca panas disebut-sebut bisa berdampak ke kesehatan jantung. Mengenai hal ini spesialis jantung dr Suko Adiarto, SpJP(K) mengatakan tidak ada pengaruh langsung antara cuaca panas dengan kesehatan jantung.

"Heatstroke itu bukan penyakit jantung, itu penurunan kesadaran karena panas yang tinggi. Ringkasnya, kalau panasnya suhu tinggi, cairan itu kan keluarnya natrium kalium juga. jadi selain dehidrasi, akan terjadi penurunan kesadaran," kata dr Suko dalam temu media, Kamis (2/5/2024).

Walau tak memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan jantung, suhu panas akan membuat seseorang mengalami dehidrasi. Hal ini tentu akan buruk bagi orang yang sudah memiliki masalah jantung.

Selain itu, jika terjadi suhu panas, jantung akan memompa dan bekerja lebih keras sehingga bisa memicu kolaps seperti heatstroke. Untuk itu disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sebanyak 8 gelas sehari. Hal ini untuk menghindari resiko dehidrasi yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cuaca Lagi Panas-panasnya, Bisa Berpengaruh ke Jantung? Begini Kata Dokter"