![]() |
| Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari) |
Fenomena alam sinkhole atau lubang tanah amblas yang tiba‑tiba muncul di tengah lahan persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, tengah menjadi sorotan.
Lubang besar berisi air berwarna biru kehijauan itu ramai didatangi warga, bahkan tak sedikit yang percaya airnya memiliki khasiat bagi tubuh dan bisa memberikan kesembuhan.
Menyoroti hal itu, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari mengingatkan agar lebih berhati-hati. Ia menegaskan air dari sinkhole tersebut tidak boleh diminum langsung lantaran mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang sangat tinggi.
"Jangan diminum langsung. Yang penting jangan diminum langsung. Kalau misalnya mau dibawa pulang, perhatikan dengan pesan ataupun informasi yang disampaikan oleh Wagub bahwa e coli sangat tinggi," ucapnya, dikutip dari 20detik, Minggu (18/1/2026).
"Masyarakat kan bilangnya air itu bisa menyembuhkan penyakit. Sehingga mereka ada yang membawa atau diolah atau tidak pada akhirnya. Tapi berdasarkan informasi, e coli tinggi," lanjutnya.
Adrin menjelaskan, tingginya kadar e coli berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pencernaan. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan diare hingga keluhan pencernaan lain bila air yang terkontaminasi dikonsumsi tanpa pengolahan yang aman.
Di sisi lain, Adrin menerangkan sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah. Prosesnya berlangsung dalam waktu lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.
"Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan," ucapnya, dikutip dari laman resmi BRIN.
Seiring waktu, air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya. Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.
"Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole," ujar Adrin.
Menurut Adrin, fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki bentang alam karst atau kawasan batugamping. Beberapa daerah yang dikenal rawan antara lain Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros, yang secara geologi memiliki lapisan batugamping cukup tebal di bawah permukaan tanah.
Terkait kualitas air yang ditemukan di dalam sinkhole, Adrin menjelaskan air tersebut umumnya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan. Oleh karena itu, kelayakan air untuk dikonsumsi tidak bisa langsung disimpulkan.
"Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Air Sinkhole di Sumbar Dipercaya Berkhasiat, Ini Wanti-wanti BRIN"
