![]() |
| Cukup tidur bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak |
Pola makan yang sehat dan olahraga teratur menjadi andalan dalam pengelolaan berat badan. Tapi bukan itu saja, tidur yang cukup juga dapat membantu mengatur hormon nafsu makan dan asupan kalori.
Tidur bisa menjadi hal yang penting untuk penurunan dan pemeliharaan berat badan. Saat kurang tidur, mungkin seseorang akan tergoda untuk memesan makan malam hingga tidur larut karena terlalu kenyang.
Dikutip dari laman Nature, ada dua alasan mengapa kurang tidur meningkatkan keinginan untuk makan. Pertama, saat kurang tidur pusat penghargaan di otak lebih aktif dan mendorong seseorang mencari 'imbalan'. Hal ini termasuk makanan, terutama yang tinggi kalori dan tidak sehat. Kemampuan untuk menghambat dorongan untuk makan juga berkurang.
Kedua, saat tidur, kadar hormon ghrelin atau hormon lapar akan lebih tinggi. Dengan begitu, seseorang akan merasa lebih lapar dan mengonsumsi lebih banyak kalori.
Sebuah studi di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa ketika orang kurang tidur, kebiasaan ngemil larut malam meningkat dan mereka cenderung memilih camilan tinggi karbohidrat. Sementara, studi lainnya di Universitas Chicago menyebut, peserta yang kurang tidur memilih camilan dengan kandungan lemak dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidur setidaknya 8 jam.
Berapa Jam Tidur Ideal untuk Menurunkan Berat Badan?
Spesialis kesehatan tidur di University of Chicago, Esra Tasali mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama rekan-rekannya, durasi waktu di tempat tidur yang ditargetkan adalah hingga 8,5 jam.
Artinya, orang dewasa dianjurkan menghabiskan setidaknya 8 jam di tempat tidur dan tidak kurang dari 7 jam sebagai langkah awal yang baik. Penambahan durasi tidur tetap memberi manfaat.
Menariknya, ada hubungan antara bertambahnya waktu tidur dengan penurunan asupan kalori. Bahkan tambahan tidur selama 30 menit saja bisa mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi.
Para peneliti dari University of Chicago mengatakan bahwa kurang tidur membuat 'lesu secara metabolik' Hanya dalam waktu 4 hari kurang tidur, kemampuan tubuh untuk memproses insulin menjadi kacau.
Saat tidak bisa merespons insulin dengan benar, tubuh akan kesulitan memproses lemak dari aliran darah, sehingga menyimpannya sebagai lemak. Jadi, bukan berarti tidur akan menurunkan berat badan, tapi kurang tidur akan menghambat metabolisme dan berkontribusi pada penambahan berat badan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Butuh Tidur Berapa Lama untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Temuan Riset Ilmiah"
