Hagia Sophia

18 January 2026

Era HP Tersambung Langsung Via Satelit Akan Segera Tiba

Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Era ponsel terhubung langsung ke satelit tanpa menara seluler kian dekat. Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) baru saja memberikan lampu hijau kepada SpaceX untuk menambah 7.500 satelit Starlink Generasi Kedua (Gen2).

Berbeda dengan Starlink generasi awal yang fokus pada internet broadband via antena khusus, Starlink Gen2 membawa kemampuan baru, yakni layanan seluler langsung ke ponsel atau direct to cell. Artinya, satelit berfungsi layaknya menara seluler di orbit rendah.

Dengan persetujuan terbaru ini, total satelit Starlink Gen2 yang diizinkan FCC kini mencapai 15.000 unit. Teknologi tersebut dirancang agar ponsel standar bisa menerima sinyal seluler langsung dari luar angkasa, tanpa perlu perangkat khusus atau infrastruktur jaringan darat, seperti menara Base Transceiver Station (BTS).

FCC menilai langkah ini akan menjadi terobosan besar dalam konektivitas global, terutama untuk wilayah terpencil, daerah bencana, hingga lautan yang selama ini sulit dijangkau jaringan seluler konvensional.

"Dengan mengesahkan 15.000 satelit baru dan canggih, FCC telah memberi SpaceX lampu hijau untuk menghadirkan kemampuan broadband satelit yang belum pernah terjadi sebelumnya, memperkuat persaingan, dan membantu memastikan bahwa tidak ada komunitas yang tertinggal," kata Ketua FCC Brendan Carr dikutip dari Space News, Selasa (13/1/2026).

Dalam dokumen persetujuannya, FCC menyebut sistem Gen2 akan beroperasi di berbagai pita frekuensi, memungkinkan SpaceX menghadirkan layanan data, pesan teks, hingga komunikasi darurat langsung ke perangkat mobile di masa depan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari ambisi SpaceX untuk memperluas fungsi Starlink, tidak hanya sebagai penyedia internet rumah dan bisnis, tetapi juga sebagai tulang punggung konektivitas seluler global.

FCC menetapkan tenggat waktu ketat bagi SpaceX. Sekitar 50% dari satelit Gen2 yang disetujui harus sudah aktif sebelum Desember 2028, sementara seluruhnya wajib beroperasi paling lambat Desember 2031.

SpaceX sebelumnya mengusulkan untuk menempatkan 29.988 satelit di berbagai orbit rendah. Namun, FCC memberikan otorisasi untuk konstelasi tersebut secara bertahap, bukan menyetujui seluruh permintaan sekaligus karena masih dalam tahap evaluasi regulator.

Diungkapkan FCC mengizinkan satelit di orbit antara 340 dan 485 kilometer, dengan kemiringan mulai dari 28 hingga 96,9 derajat. Hal ini juga mencakup satelit yang sebelumnya telah diizinkan beroperasi di orbit 525 dan 535 kilometer, dengan catatan bahwa SpaceX berencana untuk memindahkan wahana antariksa tersebut ke orbit yang lebih rendah. FCC mengizinkan SpaceX untuk memindahkan satelit-satelit tersebut ke orbit antara 475 dan 485 kilometer.

"Biro Antariksa telah mengevaluasi kinerja dunia nyata dari satelit Starlink Gen2 yang telah diluncurkan hingga saat ini, dan kami menemukan bahwa otorisasi untuk satelit tambahan adalah untuk kepentingan publik, bahkan ketika satelit Starlink Upgrade Gen2 masih belum diuji di orbit," demikian kesimpulan FCC.

























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Starlink Generasi 2 Disetujui, Era HP Sambung Satelit Langsung Akan Segara Tiba"