![]() |
| Apa rasanya makan nasi dicampur kopi? Foto: Getty Images/cocorattanakorn |
Tren makanan sering kali lahir dari kebutuhan sederhana. Praktis, cepat, dan terasa relevan dengan ritme hidup yang padat. Belakangan, media sosial diramaikan oleh bapmericano, sajian yang menggabungkan nasi putih (bap dalam bahasa korea) dengan kopi hitam americano. Sekilas terdengar aneh, tetapi justru itulah yang membuatnya menarik perhatian.
Di tengah budaya minum kopi yang sangat kuat, eksperimen semacam ini mudah menyebar. Banyak yang mencobanya karena penasaran, sebagian lain karena percaya kombinasi nasi dan kopi bisa memberi energi sekaligus rasa kenyang. Namun, ketika dua bahan ini bertemu di dalam tubuh, respons yang terjadi tidak sesederhana itu.
Bapmericano merujuk pada nasi putih yang disajikan bersama kopi hitam, biasanya kopi Americano dingin. Dalam praktiknya, kopi disiramkan langsung ke nasi hangat lalu dimakan seperti hidangan biasa.
Bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai jalan pintas. Karbohidrat dari nasi memberi rasa kenyang, sementara kafein dari kopi memberi efek segar. Dua kebutuhan dipenuhi dalam satu waktu.
Risiko terhadap Kadar Gula Darah
Tubuh menerima dua sinyal metabolik yang kuat pada waktu yang sama ketika konsumsi bapmericano. Nasi putih dengan indeks glikemik tinggi cepat dipecah menjadi glukosa sehingga kadar gula darah naik dalam waktu singkat dan memicu pelepasan insulin agar glukosa bisa masuk ke sel dan dipakai sebagai energi.
Di saat yang sama, kafein dari kopi mengaktifkan sistem saraf simpatis dan meningkatkan pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh untuk berada dalam mode siaga, sekaligus mendorong pelepasan glukosa dari cadangan hati ke dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah bisa naik sangat tinggi dari yang seharusnya jika hanya makan nasi saja.
Kombinasi ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan dorongan energi yang besar serta jantung berdebar, tapi kemudian diikuti oleh penurunan cepat sehingga berkontribusi pada rasa lemas, rasa lapar yang datang cepat, bahkan tremor ringan beberapa jam setelah makan. Risiko ini lebih tinggi bagi orang yang hidup dengan diabetes atau yang memiliki resistensi insulin.
Dalam jangka panjang, pola naik turun yang tajam pada gula darah ini tidak ideal bagi kesehatan metabolik. Tubuh menjadi lebih sering berada dalam kondisi fluktuasi energi, yang bisa mengganggu pengaturan nafsu makan dan kestabilan gula darah harian.
Risiko bagi Kesehatan Saluran Cerna
Kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang merangsang produksi asam lambung dan pelepasan hormon pencernaan seperti gastrin. Tinjauan ilmiah di jurnal Nutrients tahun 2022 menunjukkan bahwa kopi meningkatkan aktivitas sistem pencernaan, termasuk gerakan usus dan sekresi cairan pencernaan.
Ketika kopi dikonsumsi bersama nasi hangat, dua proses terjadi bersamaan. Lambung cepat kosong karena nasi mudah dicerna, sementara kopi merangsang produksi asam dan mempercepat kerja saluran cerna. Bagi sebagian orang, ini terasa ringan. Bagi yang lain, kondisi ini membuat lambung terasa lebih asam dan lebih sensitif.
Jika lapisan lambung atau katup antara lambung dan kerongkongan sudah cenderung lemah, peningkatan asam dan tekanan di lambung mempermudah terjadinya refluks. Sensasinya bisa berupa panas di dada yang disebut heartburn, tenggorokan terasa tidak nyaman, atau perut terasa penuh dan begah setelah makan.
Konsumsi kombinasi ini berulang kali dapat meningkatkan risiko maag dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Risiko bagi Sistem Saraf dan Respons Stres
Kafein bekerja dengan cara menghambat adenosin, zat kimia otak yang memicu rasa kantuk dan relaksasi. Akibatnya, aktivitas neuron meningkat dan tubuh terasa lebih waspada. Gula darah yang meningkat karena mencerna nasi membuat sistem saraf menerima dua rangsangan energi sekaligus.
Kondisi ini membuat sebagian orang merasa sangat fokus dan berenergi. Tapi pada individu yang sensitif, responsnya bisa berlebihan. Jantung terasa lebih cepat, napas terasa lebih pendek, dan muncul perasaan gelisah yang sulit dijelaskan.
Secara fisiologis, ini berkaitan dengan aktivasi sistem stres yang meningkatkan kadar kortisol. Bila pola makan ini menjadi kebiasaan, tubuh lebih sering berada dalam kondisi tegang dan terstimulasi, sehingga waktu untuk benar benar kembali tenang dan memulihkan diri menjadi lebih sedikit. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur, memperburuk kecemasan, dan membuat kelelahan berlangsung lama.
Risiko terhadap Pola Makan
Kombinasi lonjakan gula darah, stimulasi kafein, dan penurunan energi setelahnya juga memengaruhi cara seseorang makan di jam berikutnya. Setelah fase energi turun, otak cenderung mencari sumber cepat untuk mengembalikan rasa nyaman, biasanya dalam bentuk makanan manis atau tinggi karbohidrat.
Pola seperti ini membuat bapmericano pada sebagian orang tidak berhenti di satu kali makan. Rasa lapar bisa datang lebih cepat, kebiasaan ngemil meningkat, dan keinginan terhadap makanan yang memberi kepuasan instan menjadi lebih kuat. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempersulit kontrol berat badan dan menjaga pola makan seimbang.
Amankah Dikonsumsi?
Bapmericano tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya atau harus dihindari sepenuhnya. Lebih tepat jika ia dilihat sebagai salah satu bentuk eksperimen kuliner yang kebetulan sedang viral.
Yang penting adalah bagaimana tubuh masing masing meresponsnya. Menambahkan protein sederhana seperti telur atau lauk ringan dapat membantu menahan lonjakan gula darah. Menghindari konsumsi saat perut benar benar kosong juga bisa mengurangi risiko rasa tidak nyaman di lambung.
Respons terhadap makanan memang berbeda tiap individu. Kebiasaan minum kopi, kondisi lambung, kualitas tidur, dan kesehatan metabolik ikut menentukan apakah kombinasi ini terasa baik atau justru membuat tubuh kewalahan.
Bagi orang yang aktif, jarang mengalami gangguan pencernaan, dan punya pola makan seimbang, mencoba bapmericano sesekali biasanya tidak menimbulkan masalah berarti. Namun pada mereka yang memiliki riwayat maag, kecemasan, atau gangguan gula darah, jarang berolahraga kombinasi nasi dan kopi ini bisa menimbulkan risiko kesehatan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ancaman GERD di Balik 'Sekte' Viral Bapmericano, Sarapan Nasi Campur Kopi"
