Hagia Sophia

06 April 2026

Mpox Muncul di Singapura, Tercatat Ada 2 Kasus Baru

Foto: Getty Images/Daniel Chetroni

Singapura mengonfirmasi dua kasus mpox penularan lokal pertama, berdasarkan laporan Communicable Disease Agency (CDA) atau Badan Penyakit Menular Singapura, pada Kamis (2/4/2026).

Kedua kasus tersebut merupakan pria berusia 30 dan 34 tahun. Keduanya merupakan infeksi pertama di negara yang tertular varian lebih ganas lantaran memicu gejala lebih berat, yaitu clade 1b.

Keduanya diduga terinfeksi melalui kontak seksual dan saat ini berada dalam kondisi stabil.

"Karena mpox sebagian besar ditularkan melalui kontak fisik yang intim atau berkepanjangan, termasuk kontak seksual, risiko bagi masyarakat umum saat ini tergolong rendah," kata CDA dalam pernyataan resminya.

Pria berusia 30 tahun tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini. Ia mulai mengalami gejala pada 25 Maret dan dirawat di rumah sakit pada 30 Maret. Infeksi clade 1b dikonfirmasi keesokan harinya.

Ia kini dipulangkan dan menjalani isolasi mandiri di rumah hingga 20 April, sambil menunggu evaluasi medis lebih lanjut.

Sementara pria berusia 34 tahun baru saja bepergian dan memiliki kontak fisik berkepanjangan dengan kasus pertama, menurut CDA.

Ia mulai mengalami gejala pada 26 Maret dan mencari perawatan medis pada 31 Maret. Infeksinya dikonfirmasi pada 1 April. Ia menjalani isolasi mandiri hingga 21 April.

"Penyelidikan dan pelacakan kontak masih berlangsung untuk kedua kasus tersebut," beber CDA.

"Kontak erat mereka telah disarankan untuk memantau kondisi kesehatan dan mencari perawatan medis jika merasa tidak sehat. Kontak berisiko tinggi akan direkomendasikan untuk menerima vaksin mpox sebagai pencegahan setelah paparan."

Varian clade 1b, yang umumnya lebih parah dibandingkan infeksi clade 2, pertama kali muncul pada September 2023 dan awalnya terdeteksi di kalangan pekerja seks di Republik Demokratik Kongo. Varian ini menyebabkan lonjakan kasus di negara-negara Afrika pada 2024.

Menurut data di situs CDA, terdapat tujuh kasus mpox tahun ini hingga 21 Maret. Sepanjang 2025, tercatat 23 kasus.

Gejala umum mpox meliputi ruam, demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Komplikasi serius atau kematian dapat terjadi pada individu yang rentan secara medis.

"Mpox terutama ditularkan melalui kontak fisik yang intim atau berkepanjangan, termasuk kontak seksual. Oleh karena itu, vaksinasi massal tidak direkomendasikan," kata CDA.

Badan tersebut menambahkan vaksin mpox tersedia bagi kelompok berisiko tinggi di beberapa klinik, dan akan tersedia juga di National Centre for Infectious Diseases mulai Mei.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan melindungi diri dari mpox dengan menghindari aktivitas seksual berisiko tinggi, seperti hubungan seksual kasual atau memiliki banyak pasangan seksual," kata CDA.

"Selain itu, pelancong ke negara yang terdampak mpox disarankan menjaga kebersihan tangan, mengurangi kontak fisik dengan orang yang sedang sakit, dan menghindari konsumsi daging hewan liar."

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mpox 'Bangkit' Lagi? Singapura Catat 2 Kasus Baru Varian yang Lebih Ganas"