Hagia Sophia

06 April 2026

Tanggapan Pemilik Mobil MBG yang Viral Dipakai Wisata

Foto: Dok. Instagram @supiandi367

Viral di media sosial dua mobil dengan stiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga disalahgunakan. Dalam video yang beredar, kendaraan tersebut dinarasikan tengah digunakan untuk menjemput penumpang di Bandara Internasional Lombok hingga berwisata ke Pantai Malimbu, Lombok Barat.

Isu ini memicu sorotan publik karena mobil SPPG seharusnya hanya digunakan untuk distribusi makanan dalam program MBG, bukan untuk kepentingan pribadi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan terkait video viral tersebut. Namun, hingga kini identitas kendaraan belum bisa dipastikan.

Menurut Dadan, tidak adanya nomor polisi yang terlihat dalam video menjadi kendala utama dalam proses penelusuran.

"Gambar yang beredar hanya memperlihatkan tulisan SPPG saja. Kami sudah dua minggu mencari, tapi tidak ada nomor polisi yang bisa diidentifikasi," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Akibat keterbatasan informasi tersebut, BGN belum dapat menentukan asal kendaraan maupun memberikan sanksi.

Sementara itu, Koordinator Regional SPPG BGN NTB, Eko Prasetyo, mengonfirmasi bahwa laporan terkait dugaan penyalahgunaan mobil MBG telah diterima beberapa hari sebelumnya.

Pihaknya langsung menginstruksikan seluruh kepala SPPG di Pulau Lombok untuk mengidentifikasi kendaraan dalam video tersebut. Namun hingga kini, hasilnya masih nihil karena nomor polisi tidak terlihat jelas.

Eko juga menegaskan bahwa penggunaan mobil SPPG di luar kepentingan distribusi makanan merupakan pelanggaran.

"Mobil SPPG tidak boleh dipakai ke mana pun selain untuk antar-jemput ompreng. Itu sudah aturan tegas," katanya.

Klarifikasi Pemilik Mobil

Kalsum, pemilik mobil terkait akhirnya buka suara.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, mobil tersebut memang miliknya pribadi dan belum resmi menjadi bagian dari operasional MBG.

Kalsum menjelaskan kendaraan itu dipersiapkan untuk bekerja sama dengan salah satu dapur MBG di Lombok Timur. Sebagai bentuk persiapan, mobil tersebut telah dipasangi stiker MBG.

Namun, kerja sama tersebut hingga kini belum berjalan karena dapur yang akan menjadi mitra masih dalam tahap pembangunan, yang disebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Dengan demikian, mobil tersebut belum masuk dalam sistem operasional resmi MBG.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas beredarnya yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," tutur Kalsum.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pemilik Mobil MBG yang Viral Dipakai Wisata-Jemput Penumpang Buka Suara"