Hagia Sophia

17 December 2022

Ini yang Membuat Ibu Muda Asal Malaysia Meninggal Usai Melahirkan Anak ke-10

Ilustrasi lahiran caesar. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Leandro Santiago)

Belakangan media sosial sedang dihebohkan dengan kisah seorang ibu asal Malaysia yang meninggal dunia saat melahirkan anak yang ke-10. Diketahui, kejadian ini terjadi karena mengalami pendarahan hebat akibat komplikasi plasenta tahap ke-4.

"Dia meninggal setelah melahirkan anaknya yg ke 10. Baby dapat diselamatkan dan dilahirkan 32 minggu dan masih admit di NICU HUKM," demikian dilaporkan oleh Penang Netizen.

Wanita yang bernama Zaihan Abdul Halim itu diketahui telah melakukan operasi caesar sebanyak 8 kali. Kondisi inilah yang membuatnya mengalami pendarahan hebat yang berujung kematian.

Faktor Pemicu

Meninggalnya wanita 33 tahun ini terjadi karena ia sudah melakukan operasi lebih dari 3 kali. Seorang spesialin obgyn dari Pusat Perubatan Price Court Malaysia dr Maiza Tusimin menyebut risiko kehamilan dan persalinan akan semakin tinggi dialami wanita jika terlalu sering melahirkan.

"Meski perlengkapan lengkap apalagi jika di RS kerajaan, yang dikhawatirkan adalah jika ada perlekatan plasenta. Kalau ada perlekatan pada rahim, akan terjadi pendarahan," ujarnya.

"Dalam kasus ibu muda ini, mungkin dia sudah pendarahan ketika di rumah dan sampai di RS sudah telat," tambahnya

Risiko Terlalu Sering Melahirkan

Selaras dengan itu, dr Dinda Derdameisya SpOG dari RSIA Brawijaya Saharjo mengungkap bahwa multiparitas atau melahirkan lebih dari dua anak mempunyai risiko yang tinggi.

"Jadi multiparitas atau sering hamil memang memiliki risiko tinggi terjadi pendarahan pasca persalinan atau pendarahan saat persalinan terjadi," ujar Dinda, dihubungi tim detikcom, Rabu (14/12/2022).

Perlu diketahui, seorang ibu idealnya melahirkan sebelum usia 40 tahun. Namun, pada kasus yang terjadi pada ibu asal Malaysia tersebut bukan disebabkan karena usia melainkan frekuensi wanita hamil dan melahirkan.

"Tetapi ini masalahnya seringnya hamil yang membuat faktor risiko pendarahan ini meningkat," kata Dinda.

"Biasanya rahimnya sulit kembali ke bentuk semula, jadi terjadi pendarahan kalau misalnya kontraksi pasca persalinan tidak dapat dipertahankan," lanjutnya.

Jika terlalu sering melahirkan dapat memberi dampak buruk bagi seorang ibu sehingga risiko kematian akan meningkat. Hal ini juga menyebabkan kemungkinan terjadinya pendarahan saat persalinan.

Perdarahan terjadi akibat kegagalan berkontraksi rahim atau biasa disebut perdarahan pasca persalinan. Berikut kemungkinan yang terjadi:
  • Komplikasi yang berkaitan dengan bekas luka (adhesi) yang berakibat meningkatkan risiko cedera kandung kemih atau usus, hingga pendarahan yang berlebihan.
  • Masalah pada plasenta yang menutupi sebagian atau seluruh pembukaan serviks sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur, perdarahan berlebihan, membutuhkan transfusi darah, serta operasi pengangkatan rahim (histerektomi).
  • Komplikasi sayatan operasi seperti hernia, meningkat seiring bertambahnya jumlah sayatan perut saat operasi caesar sebelumnya. Sebagai penanganannya, mungkin memerlukan prosedur bedah.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Ibu Muda Meninggal Usai Lahiran Anak Ke-10, Ini Penyebabnya"