Hagia Sophia

13 December 2022

Resesi Seks Hantui Indonesia, Pernikahan Bukan Prioritas Wanita

Ilustrasi RI dihantui resesi seks. (Foto: Grandyos Zafna)

Indonesia kini mulai dibayangi fenomena 'resesi seks', saat banyak wanita yang mulai enggan menikah dan memiliki anak. Menurut pakar, kondisi ini bisa berujung memicu krisis keluarga, masalah ekonomi, hingga psikis.

Untuk melihat efek dari kondisi tersebut, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret, melakukan penelitian selama satu tahun di Kota Surakarta. Penelitian berjudul 'Krisis Keluarga dalam Perkembangan Otonomi Perempuan' ini dilakukan untuk melihat seberapa besar minat para wanita untuk menikah dan berkeluarga.

Dari penelitian tersebut memberikan hasil 28 persen tidak krisis atau diartikan wanita yang masih memilih menikah dan mempunyai anak. Selanjutnya, 52 persen moderat, artinya prioritas wanita terkait menikah bukan berada di poin pertama, sementara 19 persen lainnya dikategorikan krisis lantaran benar-benar memilih untuk tidak menikah.

"Hal tersebut memiliki arti bahwa kecenderungan orientasi perempuan menjadi perempuan otonom ke arah moderat dan otonom. Ini akan berakibat pada kecenderungan perempuan untuk tidak menikah atau lebih menikmati kehidupan sendiri," analisis Drajat Tri Kartono.

Prioritas utama para wanita saat ini berfokus pada kehidupan dirinya dan kebebasan untuk menggapai cita-citanya. Selain itu, kebanyakan dari mereka masih berfokus pada karier dan memilih itu untuk menghindari pertengkaran hingga kekerasan dalam keluarga.

"Hasilnya akan berakibat pada terjadinya krisis keluarga di masa depan karena lembaga perkawinan tidak lagi sangat diharapkan oleh perempuan. Perempuan telah memiliki kekuatan keluar dari tekanan sosial untuk mewajibkan menikah dan berkeluarga," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Riset Pakar soal RI Berpotensi Resesi Seks, Prioritas Nikah Jadi yang ke-5"