Hagia Sophia

31 January 2023

Ini Risiko Jangka Panjang Akibat COVID-19 Varian Kraken

COVID-19 varian Kraken alias subvarian Omicron XBB.1.5 (Foto: Getty Images/loops7)

Makin banyak anak-cucu Omicron di Indonesia. Teranyar, ada turunan subvarian Omicron XBB 1.5 atau varian Kraken yang diyakini memiliki karakteristik sangat mudah menular.

Pasalnya, virus mampu bertahan lebih lama di tubuh, tanpa melihat berapa banyak viral load. Meski begitu, masyarakat umumnya kini tidak lagi mengeluhkan gejala COVID-19 berat.

Ancaman terkait keparahan gejala dan masuk ke rawat inap akibat COVID-19 disebut pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith, sudah lewat. Bahaya yang bisa muncul akibat terpapar, bahkan secara berulang, kini adalah kerusakan organ.

Hal semacam itu disebabkan Long COVID. Bahkan, seringnya, pasien tidak menyadari mengalami long COVID lantaran berawal dari keluhan ringan seperti mudah lelah.

"Yang jadi permasalahan saat ini dan ke depan khususnya kejadian Omicron XBB 1.5 ini yg kita hadapi lebih bersifat dampak menengah ke panjang, yaitu Long COVID, penurunan kualitas kesehatan," sebut dia kepada detikcom Senin (30/1/2023).

"Lebih akan dihadapi oleh kita adalah dampak penurunan kualitas kesehatan organ akibat terinfeksi secara berulang nah ini yg harus disadari," pesan dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut belum ada tambahan kasus Omicron XBB.1.5 sejauh ini. Artinya, satu kasus baru ditemukan di Kalimantan Timur, pasien yang sempat bermalam di DKI dan hanya mengalami gejala ringan.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bukan soal Gejala, Epidemiolog Soroti Risiko Rusak Organ imbas Varian Kraken"