Hagia Sophia

31 January 2023

Paru-paru Pria Ini Mengecil Gegara Vape

Ilustrasi paru-paru (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis)

Kisah salah satu keluarga dari seorang wanita bernama Chris Chee di Malaysia, mengalami kerusakan paru-paru akibat menggunakan rokok elektrik selama dua tahun. Pria yang tak disebutkan namanya itu mengalami kerusakan parah pada bagian paru-parunya dan harus diangkat dengan operasi.

Dari hasil operasi tampak bagian yang diangkat itu berwarna hitam seperti hangus terbakar. Ukuran salah satu paru-paru keluarga Chris itu juga sudah tak sama besar lagi seperti sediakala.

"Area paru-parunya yang rusak harus diangkat melalui operasi. Paru-paru kanannya lebih kecil dari yang kiri sekarang," kata Chris.

Ngeri! Paru-paru Pria Ini Mengecil gegara Sering Nge-Vape Foto: Facebook/Chris Chee

Chris juga mengatakan mungkin banyak pengguna vape di luar sana merasa aman menggunakan alat ini setelah sekian lama. Keluarga Chris inipun sebelumnya memiliki pemikiran yang serupa. Hingga akhirnya ia memutuskan memeriksakan paru-paru setelah seorang kerabatnya yang lain juga terkena dampak vape.

"Anggota keluarga saya memiliki pola pikir yang sama sampai dia melihat pamannya mengidap akibat vaping, dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan," tuturnya.

Kini kabar dari keluarga Chris tersebut sudah membaik setelah menjalani operasi. Chris juga meminta izin kepadanya untuk menuliskan postingan tentang kondisi pria tersebut untuk menyebarkan kesadaran soal bahaya vape kepada orang lain.

Beberapa orang meyakini vape dan rokok elektrik adalah solusi untuk berhenti merokok konvensional. Padahal menurut spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), risiko bahaya rokok elektrik tidak lebih enteng dibandingkan rokok konvensional.

Faktanya, kadar nikotin pada rokok elektrik dan vape lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Akan tetapi, karena rokok elektrik atau vape ini dihisap berkali-kali, paparan nikotin yang masuk ke tubuh pun akan sama saja kadarnya dengan penggunaan rokok konvensional.

"Salah satu penelitian menyebut lebih dari sama dengan 30 hisapan itu nikotin yang dihantarkan itu sama dengan jumlahnya dengan satu batang rokok," ucapnya beberapa waktu lalu dalam diskusi daring.

"Memang kadarnya rendah tapi pada kenyataannya ternyata orang terjebak dengan kata-kata kadar nikotin dan zat-zat kimia menjadi lebih rendah. Jadi memang sama-sama menimbulkan kecanduan juga," tegasnya lebih lanjut.

dr Erlina menegaskan, vape bukanlah alternatif untuk mereka yang ingin berhenti merokok konvensional. Sebab kadar nikotin dan zat berbahaya yang lebih rendah pada rokok elektrik justru membuat penggunaannya marak.

"Ini tidak bisa menggantikan rokok biasa dan bukan modalitas untuk berhenti merokok. Kenapa? Karena rokok elektrik ini awalnya waktu pertama kali diciptakan memang didesain untuk transisi para perokok yang biasa untuk berhenti merokok. Ya sudah pakai vape dulu yang diinhalasi karena kadarnya dibikin rendah. Komponennya juga nggak sebanyak rokok," jelas dr Erlina.

"Nah didesain seperti itu tapi pada kenyataannya justru banyak gagalnya. Orang malah kecanduan juga dengan cara-caranya bahkan justru lebih sering menghisapnya. Sebagian tidak bisa meninggalkan rokok konvensional malah pakai dua-duanya. Itulah yang dikatakan e-cigar atau vape ini gagal dipakai sebagai alat untuk berhenti merokok," pungkasnya

Adapun dampak vape bagi paru-paru tak hanya bikin organ tersebut menyusut, tetapi juga mendatangkan sejumlah penyakit serius. Di antaranya:

1. "Popcorn Lung"

"Popcorn lung" atau dikenal bronchiolitis obliterans (BO), merupakan suatu kondisi langka yang diakibatkan oleh kerusakan saluran udara kecil paru-paru. BO awalnya ditemukan saat pekerja pabrik popcorn mulai sakit. Pelakunya adalah diacetyl, bahan tambahan makanan yang digunakan untuk mensimulasikan rasa mentega dalam popcorn microwave.

Diacetyl sering ditambahkan ke e-liquid vape untuk meningkatkan rasa. Menghirup diacetyl menyebabkan peradangan dan jaringan parut permanen di cabang terkecil saluran udara paru-paru yang membuat sulit bernapas. Popcorn lung tidak memiliki pengobatan yang bertahan lama. Adapun gejalanya meliputi:
  • Batuk
  • Mengi
  • Sakit dada
  • Sesak napas
2. Pneumonia Lipoid Terkait Vaping

Berbeda dengan pneumonia klasik yang disebabkan oleh infeksi, pneumonia lipoid berkembang ketika asam lemak (bahan penyusun lemak) masuk ke paru-paru. Pneumonia lipoid terkait vaping adalah hasil dari menghirup zat berminyak yang ditemukan dalam e-liquid, memicu respons inflamasi di paru-paru. Gejala pneumonia lipoid meliputi:
  • Batuk kronis
  • Sesak napas
  • Batuk darah atau lendir bercampur darah
"Tidak ada pengobatan yang baik untuk pneumonia lipoid, selain perawatan suportif, sementara paru-paru sembuh dengan sendirinya," kata ahli bedah kanker paru-paru Hopkins, Stephen Broderick.

"Satu-satunya hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengidentifikasi apa penyebabnya," lanjutnya.

3. Pneumotoraks Spontan Primer

Pneumotoraks spontan primer atau paru-paru kolaps, terjadi ketika ada lubang di paru-paru tempat keluarnya oksigen. Ini bisa jadi akibat cedera, seperti luka tembak atau pisau, maupun ketika gelembung udara di bagian atas paru-paru pecah dan menimbulkan robekan kecil.

Merokok dan vaping kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko pecahnya lepuh atau gelembung udara tersebut, sehingga menyebabkan kolaps paru-paru.

"Kami selalu bertanya apakah mereka merokok, dan mereka sering berkata, 'Tidak, saya tidak merokok. Tapi saya melakukan vape.' Sekarang kami memberitahu pasien untuk tidak merokok atau vape jika mereka ingin menghindari kolaps paru dan operasi di masa mendatang," imbuhnya lagi.

Tanda-tanda paru-paru yang kolaps meliputi:
  • Nyeri dada atau bahu yang tajam
  • Sesak napas
  • Sulit bernafas
Perawatan oksigen dan istirahat mungkin adalah satu-satunya yang dibutuhkan untuk menyembuhkan paru-paru yang kolaps. Tetapi kasus yang lebih lanjut membutuhkan selang dada untuk mengalirkan oksigen yang bocor dari rongga tubuh, atau melakukan pembedahan untuk memperbaiki lubang di paru-paru.

4. Kanker Paru-paru?

Vape kemungkinan bisa meningkatkan risiko kanker. Mengingat vaping memasukkan sejumlah bahan kimia ke dalam paru-paru. Meskipun begitu, sampai saat ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

"Kita tahu bahwa merokok tembakau memaksa partikel kecil untuk disimpan jauh di dalam pohon bronkial dan dapat menyebabkan perkembangan kanker. Hal yang sama mungkin berlaku untuk vaping," kata Broderick.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penampakan Paru-paru Pria yang Menyusut Akibat Vape"