Hagia Sophia

15 February 2023

Tips Ade Rai Atasi Macet di Jalan Agar Tidak Stres

Ade Rai membagikan sejumlah tips untuk mengatasi stres saat terjebak macet berjam-jam (Foto: detikcom files)

Kemacetan Jakarta semakin parah pasca dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Warga ramai-ramai mengeluh stres imbas terjebak macet berjam-jam. Ade Rai menyebut stres bisa diminimalkan dengan bernapas tertentu, bagaimana caranya?

Menurut Ade Rai, cara bernapas mencerminkan pikiran seseorang. Orang yang sedang marah atau sedih, napasnya pendek dan cepat. Sementara orang yang sedang dalam kondisi tenang atau bahagia, napasnya cenderung bertempo lambat dan panjang-panjang tarikannya.

Dalam kondisi terjebak macet, orang seringkali berpikiran bahwa dirinya ada dalam kondisi terancam atau terjebak. Maka untuk mengatasi stres, Ade Rai menyarankan, cobalah ubah cara pandang tentang situasi. Tak lain, dengan mencoba melihat sisi positif dari kondisi terjebak macet tersebut.

"Kita memaknai macet itu asosiasi di kepala kita melemahkan. Jadi otomatis ketika di kepala kita menganggap macet sebagai sebuah ancaman, otomatis napas kita akan pendek dan cepat. Pada saat itulah makanya kita maknai sebagai stres," jelas Ade Rai pada detikcom, Selasa (14/2/2023).

"Kebalikannya pada saat kita rileks, memaknai contohnya macet 'oh ya sudah macet namanya juga kota besar apa boleh buat macet' dan sebagainya. Kita punya opsi mengubah cara pandang dalam mengasosiasikan macet sebagai 'ya sudah gara-gara macet saya bisa kerja dulu di mobil', atau 'gara-gara macet saya bisa balas mungkin e-mail atau WhatsApp'," sambungnya.

Jika cara tersebut tak efektif meminimalkan stres imbas terjebak macet, Ade Rai menyarankan cara atur pernapasan. Memang, tak ada yang salah dengan pernapasan dada. Namun untuk mengatasi stres, Ade Rai menganjurkan pernapasan dengan perut yang kembang-kempis.

Pastikan, tempo membuang napas lebih panjang dibandingkan tempo menarik napas. Misalnya jika napas ditarik dalam tiga detik, buang napas dalam hitungan empat detik.

"Kalau kita nggak bisa membuat opsi cara pandang yang menguatkan hati dengan bermain di pikiran, kita bermainnya di napas. Jadi caranya ya sudah macet banget, jadinya kita kesal, kita mulai saja tarik napas dari hidung lalu waktu tarik napas perutnya maju ke depan," jelas Ade Rai.

"Buang napas dari mulut misalnya, atau dari hidung juga boleh, pada saat itulah baru perutnya masuk lagi. Jadi tarik napas perutnya maju, buang napas perutnya mundur. Dada akan mengikuti saja dengan sendirinya," pungkasnya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ade Rai Bagikan Tips Atasi Stres saat Terjebak Macet, Sesimpel Atur Napas"