Hagia Sophia

23 March 2023

Ini Asal Usul COVID-19 Hasil Analisis Ilmuwan

Analisis ilmuwan soal asal usul COVID-19 diungkap. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)

Tim peneliti internasional mengungkap hasil analisis dari data asal usul COVID-19 yang belum lama dipublikasikan. Data tersebut berisi hasil sampel yang positif memiliki jejak virus penyebab COVID-19 yang didapat dari Pasar Huanan, Wuhan, China.

Sampel itu juga berisi jejak DNA dari hewan yang diketahui rentan terhadap infeksi COVID-19. Diketahui, sampel dikumpulkan oleh para ilmuwan bersama Pusat Pengendalian Penyakit di China pada awal 2020, tak lama setelah pasar yang diduga sebagai awal dari infeksi ditutup.

Dalam analisis tersebut, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka menambah bukti bahwa hewan yang hidup dan diperdagangkan di pasar bisa menularkan virus Corona ke manusia. Hal inilah yang diduga merujuk pada sumber asal dari pandemi COVID-19.

Spesies yang termasuk dalam analisis, yakni:
  • Anjing rakun
  • Rubah merah
  • Kelinci
  • Kucing
  • Anjing
  • Landak Amur
  • Landak Melayu
  • Tikus bambu berang-berang
  • Marmut Himalaya
  • Musang palem bertopeng
  • Musang Siberia
  • Musang babi
Namun, dari daftar tersebut hanya anjing rakun yang terbukti bisa terinfeksi COVID-19. Mereka bahkan bisa menularkan dan menginfeksi hewan lain yang tidak terinfeksi sebelumnya.

Terlebih lagi, sebagian besar sampel yang positif terinfeksi ini berkonsentrasi di sudut barat daya Pasar Huanan. Itu merupakan area yang sebelumnya diidentifikasi sebagai 'titik panas infeksi' dan area di mana hewan hidup diperkirakan diperjualbelikan.

"Temuan ini tidak dapat membuktikan bahwa salah satu dari hewan ini terinfeksi SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, atau salah satu hewan ini menginfeksi manusia," kata peneliti yang dikutip dari CNN, Rabu (22/3).

"Memang, ada beberapa spesimen positif dari bagian lain pasar yang hanya mengandung DNA manusia, yang menunjukkan bahwa manusia menyebarkan virus di sana," lanjutnya.

Para peneliti juga mengatakan bahwa kesimpulan yang mereka buat sangat terbatas. Sebab, mereka hanya bekerja dengan sebagian data yang diunggah para peneliti di China sebelumnya.

Dalam jumpa pers pada hari Jumat, para ahli organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan bahwa data tersebut tidak konklusif. Mereka masih belum bisa membuktikan apakah virus itu bocor dari laboratorium atau menyebar secara alami dari hewan ke manusia.

"Data ini tidak memberikan jawaban pasti untuk pertanyaan tentang bagaimana pandemi dimulai, tetapi setiap data penting untuk mendekatkan kita ke jawaban itu," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Analisis Ilmuwan soal Asal Usul COVID-19 Diungkap, Ini Hasilnya"