Hagia Sophia

08 April 2023

Apakah COVID-19 Varian Arcturus Lebih Berbahaya? Ini Kata WHO

WHO memantau ketat varian COVID-19 Arcturus atau disebut XBB 1.16 lantaran memicu lonjakan kasus di India. Mereka juga menyinggung pandemi belum berakhir. (Foto: Getty Images/loops7)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau ketat COVID-19 varian Arcturus atau subvarian Omicron XBB 1.16. Pasalnya, subvarian tersebut diduga sebagai 'biang kerok' COVID-19 di India melonjak tinggi.

Dikutip dari Livermint, India melaporkan 4.435 kasus baru COVID-19 dan menjadikan beban kasus aktif meningkat menjadi 21.091 kasus, menurut data Kementerian Kesehatan setempat yang diperbarui pada 5 April 2023. Kasus COVID-19 baru di India ini merupakan kenaikan satu hari tertinggi dalam 163 hari.

"Sebagian besar sequence-nya berasal dari India dan di India XBB.1.16 telah menggantikan varian lain yang beredar. Jadi, ini salah satu yang harus diperhatikan," pemimpin teknis COVID-19 WHO, Dr Maria Van Kerkhove, dikutip dari laman resmi WHO.

Selain India, subvarian Omicron baru itu saat ini dilaporkan sudah terdeteksi di 22 negara, termasuk Singapura hingga Amerika Serikat.

Varian Arcturus Lebih Berbahaya?

WHO mengungkapkan, sebenarnya karakteristik Omicron XBB 1.16 ini sangat mirip dengan XBB 1.5.

Hal ini dikarenakan XBB 1.16 memiliki satu mutasi tambahan pada protein lonjakan, yang dalam penelitian laboratorium menunjukkan peningkatan infektivitas, serta potensi peningkatan patogenisitas. Artinya, subvarian Omicron XBB 1.16 ini lebih mudah menular dan lolos kekebalan yang terbentuk sebelumnya dibandingkan varian dan subvarian lainnya.

"Jadi, itu salah satu yang kami pantau dan kami pantau karena ada potensi perubahan yang perlu kami awasi dengan baik," ucapnya lagi.

Di samping itu, Dr Kerkhove juga menyebut bahwa ancaman pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Pihaknya melaporkan masih ada 10 ribu kasus kematian per minggu di dunia akibat COVID-19. Dari total kasus tersebut, sebagian besar kematian dialami oleh kelompok lanjut usia, belum divaksinasi, dan pengidap komorbid.

"Jadi ancaman tetap ada. COVID-19 juga beredar dalam konteks influenza dan patogen menular lainnya, yang masih membebani sistem perawatan kesehatan," imbuh




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Ini yang Bikin WHO Pantau Ketat Varian Arcturus, Sudah Ada di 22 Negara"