Hagia Sophia

08 April 2023

Ini Alasan Durasi Puasa di Indonesia Beragam, Ada yang Bertambah dan Ada yang Berkurang

Durasi puasa di Indonesia beragam, ada yang bertambah menit setiap harinya dan ada yang justru berkurang. Foto: Dok. Shutterstock

Durasi puasa di Indonesia beragam, ada yang bertambah menit setiap harinya dan ada yang justru berkurang. Apa penyebabnya? Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin.

"Itu karena nilai deklinasi Matahari semakin positif atau dengan kata lain belahan utara Bumi itu semakin condong ke Matahari. Oleh karenanya, di semua belahan utara itu durasi puasanya bertambah secara perlahan," jelas Andi.

"Sedangkan, di belahan selatan, karena mulai perlahan menjauhi Matahari, maka durasi puasa di belahan selatan akan semakin berkurang," lanjutnya.

Sudut deklinasi adalah sudut yang dibentuk antara lintasan semu harian matahari dengan khatulistiwa. Nilainya antara -23,5° hingga +23,5° sesuai nilai kemiringan sumbu bumi yang juga bernilai 23,5°.

Dalam kesempatan berbeda, tepatnya pada 'Eureka! Edisi 15: Puasa Ekuinoks', Senin (3/4/2023), Andi sebenarnya sudah menjelaskan bahwa durasi puasa ditentukan daru posisi Matahari yang mana di setiap lintang geografisnya berbeda-beda.

"Misalkan untuk di belahan Bumi utara, untuk musim semi dan musim panas maka panjang siangnya akan lebih panjang karena belahan Bumi utara lebih condong ke Matahari. Sebaliknya, Bumi selatan karena menjauhi Matahari maka durasi puasanya lebih pendek," terangnya.

Untuk Indonesia, durasi puasa relatif stabil dengan perubahan sekitar 0,3 sampai 0,6 menit setiap hari, atau dalam 1 menit itu hanya berubah setelah 3 hari.

Dia mencontohkan di Banda Aceh, pada saat awal Ramadhan durasinya sekitar 13 jam 17 menit. Namun nanti di akhir Ramadhan, menjelang Syawal, durasinya bertambah menjadi 13 jam 27 menit atau bertambah 10 menit.

Sebaliknya di wilayah paling selatan Indonesia, misalkan Kupang, di awal-awal Ramadhan durasi puasanya 13 jam 15 menit. Akan tetapi, di akhir Ramadan durasinya berkurang menjadi 13 jam 1 menit atau berkurang sekitar 0,6 menit setiap hari.





























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Bak Sinetron, Geger Aktris Pakai Sperma Mendiang Putranya demi Punya Anak"