Hagia Sophia

08 April 2023

WHO Pantau Perkembangan COVID-19 Varian Arcturus

Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/niphon)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau ketat varian COVID-19 baru yang dianggap menjadi biang kerok lonjakan kasus baru di India. Hal ini bikin khawatir karena pada saat yang bersamaan, kasus dilaporkan turun di sebagian besar dunia.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis COVID-19 untuk WHO mengatakan subvarian XBB.1.16 yang dijuluki 'Arcturus' ini disebut sangat mirip dengan varian Kraken. XBB.1.5 yang dominan di AS.

Tetapi mutasi tambahan pada protein lonjakan virus, yang menempel dan menginfeksi sel manusia, berpotensi membuat varian tersebut lebih menular dan bahkan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Untuk alasan ini, dan karena meningkatnya kasus, XBB.1.16 dianggap salah satu yang harus diperhatikan.

"Sejauh ini laporan tidak menunjukkan peningkatan rawat inap, masuk ICU, atau kematian akibat XBB.1.16. Lebih lanjut, saat ini tidak ada studi laboratorium yang dilaporkan tentang penanda keparahan penyakit untuk XBB.1.16," ungkapnya dikutip dari WebMD.

Subvarian XBB.1.16 ditambahkan ke daftar varian yang dipantau WHO pada 22 Maret. Sejauh ini, sebagian besar kasus telah diidentifikasi di mana varian baru pertama kali terlihat, di India. Sudah ada 22 negara yang melaporkan adanya kasus varian tersebut.

Subvarian ini sangat berisiko bagi mereka yang memiliki penyakit komorbid, lanjut usia (lansia), dan individu yang memiliki masalah pada pernapasan.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pandemi COVID-19 Belum Kelar, WHO Pantau Ketat Varian Arcturus"