Hagia Sophia

18 May 2023

Nikita Willy Gunakan Jasa Feeding Specislist, Ini Kata IDAI

Nikita Willy menyewa feeding specialist untuk Baby Issa. (Foto: Instagram/@nikitawillyofficial94)

Anak tidak mau makan atau sedang mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM) tak jarang bikin orang tua stres dan patah hati apalagi jika berat badan anak tak kunjung naik. Di usia anak, asupan nutrisi yang berimbang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang.

Hal ini juga dialami oleh Nikita Willy. Anaknya, Issa Xander, GTM saat liburan ke Jepang. Issa memang baru sembuh sakit sehingga nafsu makannya menurun.

"Dari makan jadi dikejar-kejar, kalau enggak mau makan main food-nya langsung dikasih biskuit kesukaan dia, makan di-hore-horein pas dia kebuka mulutnya dimasukin makanan, dan lain-lain," beber Niki melalui Instagram Story-nya dilihat detikcom, Rabu (17/5/2023).

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab GTM pada batita bermacam-macam. Bosan, sedang sakit, tidak lapar, adanya trauma, baik terhadap makanan tertentu maupun proses makan itu sendiri adalah beberapa di antaranya.

Menurut penelitian multisenter IDAI, penyebab tersering GTM pada anak adalah inappropriate feeding practice, perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Seringkali, hal ini terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

"Pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan serta harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak," tulis IDAI.

Cara menangani anak yang mogok makan adalah dengan melatih perilaku makan yang benar atau feeding rules. Begini do's and don'ts nya menurut IDAI.

Do's:
  • Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan dua - tiga kali sehari (500-600 ml/hari).
  • Batasi juga waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.
  • Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
  • Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.
  • Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa.
  • Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan.
  • Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.
Don'ts:
  • Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya
  • Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.
  • Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
  • Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Anak GTM Seperti Baby Issa, Perlu Feeding Specialist? Begini Menurut IDAI"