Hagia Sophia

09 June 2023

Apa Sajakah Gejala HIV yang Perlu Diketahui?

Foto: Getty Images/iStockphoto/Shinyfamily

HIV diketahui sebagai penyakit yang sampai sekarang belum ditemukan obat penyembuhnya. Untuk itu, cara terbaik bagi kita adalah mencegah dengan mulai memperhatikan sejumlah gejalanya. Apa saja gejala HIV?

Dilansir dari situs Healthline, HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Virus ini merusak dan melemahkan sel-sel kekebalan tubuh sehingga seseorang menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.

HIV spesifiknya membunuh sel CD4, jenis sel kekebalan yang disebut juga sebagai sel T. Seiring bergulirnya waktu, HIV akan membunuh lebih banyak sel CD4 yang memungkinkan tubuh lebih mudah terkena sejumlah penyakit dan kanker.

Bila HIV tak kunjung diobati, maka tubuh bisa tidak mampu lagi melawan dan menghentikan berbagai penyakit lain. Pada kondisi ini, HIV telah mencapai tahap seriusnya (stadium 3) atau yang dikenal dengan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).

Cara Penularan HIV

Siapa saja bisa terinfeksi HIV, baik anak bayi hingga orang dewasa. Virus ini diketahui menular dari cairan tubuh seperti darah, air mani, atau air susu ibu.

Cara penularan HIV juga banyak, di antaranya melalui hubungan intim, berbagi jarum suntik, selama kehamilan dan persalinan (dari ibu ke anaknya), selama menyusui, mengunyah makanan sebelum memberikan kepada bayi, paparan darah, cairan air mani, transfusi darah, hingga transplantasi organ dan jaringan.

HIV tidak menular melalui kontak kulit ke kulit, berpelukan atau berjabat tangan, udara, berbagi makanan atau minuman, serangga, hingga berbagi toilet, handuk, atau tempat tidur.

Agar bisa mencegah diri dan melakukan pengobatan sedini mungkin apabila telah terpapar penyakit ini, ada baiknya untuk mengetahui gejala HIV. Simak di uraian berikut!

Gejala HIV

Masih mengacu dari sumber yang sama, gejala HIV dapat bervariasi tergantung pada fasenya:

1. Gejala HIV Tahap Awal
Kondisi ini diketahui sebagai infeksi HIV akut (primer), atau disebut juga sindrom retroviral akut. Selama tahap awal, beberapa orang mengalami gejala mirip flu yang sedikit sulit dibedakan dari infeksi pernapasan biasa. Tetapi ada juga gejala HIV awal lainnya, meliputi:
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit tenggorokan
  • Ruam
  • Nyeri otot
  • Bisul di mulut
  • Luka pada alat kelamin
  • Keringat malam
  • Diare
  • Rasa tidak enak badan
  • Mual
Gejala awal HIV umumnya berkembang dalam dua hingga empat minggu setelah penularan. Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala awal setelah mereka tertular HIV.

2. Gejala HIV Tahap Kedua
Fase dua HIV disebut fase latensi klinis. Pada tahap ini, virus menjadi kurang aktif. Meski demikian virus masih berada dalam tubuh.

Orang tidak mengalami gejala selama tahap ini, sementara infeksi virus berkembang pada tingkat yang sangat rendah. Periode latensi bisa berlangsung satu dekade atau lebih. Tercatat, banyak orang tidak menunjukkan gejala HIV selama periode 10 hingga 15 tahun.

3. Gejala HIV Tahap Ketiga
HIV yang telah mencapai fase tiga dikenal dengan AIDS. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh rusak parah dan rentan akan infeksi oportunistik. Setelah HIV berkembang menjadi stadium 3, gejala yang terkait dengan infeksi dapat menjadi jelas. Gejala HIV tahap tiga, seperti:
  • Demam tinggi
  • Menggigil dan keringat malam
  • Ruam
  • Masalah pernapasan dan batuk yang terus-menerus
  • Penurunan berat badan yang parah
  • Bintik putih di mulut
  • Luka di kelamin
  • Kelelahan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Radang paru-paru
  • Masalah memori

Pengobatan HIV

HIV sampai saat ini disebut sebagai penyakit yang belum ada obat penyembuhnya. Merujuk Healthline, terapi antiretroviral biasanya diberikan untuk mencegah HIV bereproduksi dan menghancurkan sel CD4, yang membantu sistem kekebalan menghasilkan respons terhadap infeksi.

Pengobatan ini membantu mengurangi risiko komplikasi terkait HIV, serta penularan virus ke orang lain.

Terapi antiretroviral bagi pengidap HIV juga memiliki sejumlah efek samping seperti mual, sakit kepala, dan pusing. Gejala-gejala ini seringkali bersifat sementara dan menghilang seiring berjalannya waktu. Efek samping yang serius dapat berupa pembengkakan pada mulut dan lidah serta kerusakan hati atau ginjal.

Demikian penjelasan mengenai gejala HIV sesuai tiga tahapannya, yang dilengkapi informasi cara penularan HIV serta pengobatannya. Semoga uraian di atas membuat detikers jadi lebih aware terhadap penyakit HIV ya!
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gejala HIV Berdasarkan 3 Fasenya yang Perlu Diketahui, Apa Saja?"