Hagia Sophia

12 August 2023

Jakarta Tempati Urutan Teratas Sebagai Kota Paling Berpolusi

Polusi di DKI Jakarta. (Foto: Rifkianto Nugroho)

Media asing ikut menyoroti laporan DKI Jakarta menjadi kota paling berpolusi di dunia. Channel News Asia memberitakan ibukota menempati urutan teratas kota paling berpolusi di Rabu (9/8/2023) setelah sebelumnya konsisten menempati peringkat 10 besar kota paling berpolusi menurut IQAir, pemantau kualitas udara dari Swiss.

"Jakarta, dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa, mencatat tingkat polusi udara yang tidak sehat hampir setiap hari," lapor CNA, mengutip IQAir.

Dikutip dari CNA, penduduk Jakarta telah lama mengeluhkan polusi udara di level mengkhawatirkan imbas macetnya lalu lintas, asap industri, dan pembangkit listrik tenaga batu bara. Beberapa dari mereka meluncurkan dan memenangkan gugatan perdata pada 2021, menuntut pemerintah mengambil tindakan untuk mengendalikan polusi udara.

Pengadilan pada saat itu memutuskan Presiden Joko Widodo harus menetapkan standar kualitas udara nasional untuk melindungi kesehatan manusia, dan Menteri Kesehatan serta Gubernur Jakarta harus menyusun strategi untuk mengendalikan polusi udara.

Meski demikian, Nathan Roestandy, salah satu pendiri aplikasi kualitas udara Nafas Indonesia, mengatakan tingkat polusi udara malah terus memburuk. Tidak ada intervensi lanjutan yang dilakukan pemerintah.

"Jika kita menghirup udara tercemar setiap hari, (dapat menyebabkan) penyakit pernapasan dan paru-paru, bahkan asma. Ini dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak atau bahkan kesehatan mental," ujarnya.

CNA juga menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo atas solusi polusi DKI Jakarta. Kepada wartawan, Jokowi saat itu meyakini cara efektif mengatasinya adalah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara, di pulau Kalimantan.

Indonesia akan menunjuk Nusantara sebagai ibu kota baru tahun depan dan setidaknya 16.000 PNS, TNI dan Polri akan dipindahkan.

Seorang warga di pusat kota Jakarta juga menyoroti banyak orang belakangan mengeluhkan gejala seperti batuk dan pilek saat polusi terus memburuk.

"Saya pikir situasinya sangat mengkhawatirkan," kata Rizky, (35).

"Begitu banyak anak yang sakit dengan keluhan dan gejala yang sama seperti batuk dan pilek," ujarnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Media Asing Soroti DKI Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia!"