Hagia Sophia

19 December 2023

Kasus COVID-19 di Singapura Meningkat Tajam, Warga Diminta Pakai Masker di Tempat Umum

Kasus COVID-19 naik lagi, warga Singapura diminta kembali memakai masker di tempat ramai. Foto: Getty Images/Ore Huiying

Kasus COVID-19 di Singapura melonjak menjadi 56.043 kasus dalam sepekan, terhitung pada 3-9 Desember meningkat sebanyak 75 persen dibandingkan total kasus 32.035 pada pekan sebelumnya. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) kini meminta masyarakat untuk kembali memakai masker ketika berada di tempat ramai, meskipun warga tidak sedang dalam keadaan sakit.

Menyusul melonjaknya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19, Kementerian Kesehatan menyebut pihaknya akan membuka fasilitas perawatan COVID-19 kedua di Singapore Expo Hall 10 akhir pekan ini. Mereka berniat menambah jumlah tempat tidur bagi pasien COVID-19.

"Untuk menjaga kapasitas layanan kesehatan kita, Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan rumah sakit umum untuk melakukan perencanaan darurat, termasuk memastikan tenaga kerja yang memadai dan menunda pilihan yang tidak mendesak untuk memaksimalkan kapasitas tempat tidur untuk kasus-kasus mendesak yang membutuhkan perawatan akut," ungkap pihak Kementerian Kesehatan dikutip dari The Star, Senin (18/12/2023).

Rata-rata tingkat rawat inap melonjak menjadi 350 pasien rawat inap setiap hari, naik dari 225 pasien dari minggu sebelumnya.

Peningkatan kasus COVID-19 di Singapura dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk melemahnya kekebalan penduduk, serta meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat menjelang momen akhir tahun.

Peningkatan kasus ini juga disebabkan oleh COVID-19 subvarian Omicron JN.1, turunan atau sublineage dari subvarian Omicron BA.2.86 yang saat ini mencakup lebih dari 60 persen kasus COVID-19 di Singapura.

Tercatat hingga 9 Desember, sebanyak 23 pasien COVID-19 dirawat di unit perawatan intensif (ICU), sementara pekan sebelumnya tercatat ada total 9 pasien. Angka ini merupakan jumlah tertinggi dalam setahun. Tercatat, ada sebanyak 763 pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit.

Kebijakan Kementerian Kesehatan buat Pelancong

Kementerian Kesehatan menegaskan, para pelancong harus menerapkan langkah pencegahan berupa mengenakan masker di bandara, membeli asuransi perjalanan jika mereka memerlukan perawatan medis di luar negeri, dan menghindari area ramai dengan ventilasi yang buruk.

Terlebih, Singapura kini bukan hanya mencatat kenaikan kasus COVID-19, melainkan juga penyakit pernapasan lainnya. Pada pekan tanggal 3 hingga 9 Desember, poliklinik mencatat 3.590 infeksi saluran pernapasan atas akut per hari, naik dari 2.970 per hari pada minggu sebelumnya.

Para dokter mendesak masyarakat untuk mendapatkan vaksin influenza dan suntikan booster COVID-19, terutama jika masyarakat tergolong rentan secara medis seperti berusia lanjut atau mengidap komorbid.

Kementerian Kesehatan menegaskan, masyarakat yang mengalami gejala berupa batuk, bersin, hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau demam harus tinggal di rumah sampai sembuh, dan menghindari pertemuan dengan orang lain.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Singapura 'Dihantui' Varian JN.1, Warga Diminta Pakai Masker Lagi di Tempat Umum"