Hagia Sophia

06 January 2024

Hutan Tertua di Dunia Bukan Amazon, Tapi Disini

Hutan Tertua di Dunia Bukan Amazon, Tempatnya Tak Terduga. Foto: Charles Ver Straeten

Hutan tertua di dunia bukan Amazon, bukan pula hutan India yang dikenal dengan 'Living Bridge-nya', atau hutan hujan terpencil di Malaysia yang punya salah satu pohon tertinggi di dunia. Hutan tertua di dunia ada di Kairo. Itu pun bukan Kairo, ibu kota Mesir, melainkan Kairo kota kecil di bagian utara New York, Amerika Serikat.

Di dasar tambang batu pasir di kota kecil Kairo di negara bagian New York, para peneliti menemukan jaringan pepohonan yang mereka pikir mungkin pernah menyebar sekitar 400 kilometer. Jaringan luas tersebut diperkirakan berusia 386 juta tahun, menjadikannya hutan tertua di dunia.

"Anda berjalan melewati akar pohon-pohon kuno," kata Dr Christopher Berry, ahli paleobotani di Cardiff University dalam wawancara di tahun 2019.

"Dengan berdiri di permukaan tambang, kita dapat merekonstruksi hutan hidup di sekitar kita dalam imajinasi kita," ujarnya seperti dikutip dari Science.

Hutan tersebut ditemukan pada tahun 2019, ketika para peneliti memetakan lebih dari 3.000 meter persegi hutan periode Devonian di kaki Pegunungan Catskill di Lembah Hudson.

Mereka menemukan bahwa hutan tersebut merupakan rumah bagi dua jenis pohon: tanaman mirip pakis awal yang disebut Cladoxylopsids, dan pohon yang memiliki batang berkayu dan daun hijau pipih yang muncul dari dahan mirip pelepah bernama Archaeopteris.

Para ilmuwan juga berpikir mereka bisa menemukan spesies pohon ketiga di kawasan tersebut yang dapat berkembang biak, seperti spesies pohon lainnya, dengan menggunakan spora, bukan biji.

"Sangat mengejutkan melihat tanaman yang sebelumnya dianggap memiliki preferensi habitat yang saling eksklusif tumbuh bersama di delta Catskill kuno," kata Dr Berry.

Akar pohon Archaeopteris ditemukan di satu area dengan panjang lebih dari 11 meter. Ini adalah beberapa contoh pertama dari sistem akar kompleks yang tumbuh seiring pertumbuhan tanaman, dengan banyak bagian bercabang.

Sebelumnya, akar tanaman tidak bercabang, lalu mati dan digantikan seiring pertumbuhan tanaman yang lebih besar, jelas penulis dalam makalah ilmiah tersebut.

"Ini akan tampak seperti hutan yang cukup terbuka dengan pohon-pohon jenis konifera berukuran kecil hingga sedang dengan tanaman seperti pakis individu dan berkelompok dengan ukuran yang mungkin lebih kecil tumbuh di antara mereka," lanjut Dr Berry.

Banyak fosil ikan juga ditemukan di lokasi tersebut, membuat tim percaya bahwa hutan yang dulunya sangat luas bisa saja musnah karena banjir.

Sebelum penemuan ini, Hutan Bilboa diyakini sebagai hutan tertua. Hutan ini hanya berjarak 40 kilometer dari Hutan Kairo, namun diperkirakan berusia sekitar 2 atau 3 juta tahun lebih muda. Pada tahun 2016, sebuah fosil hutan tropis yang sangat besar ditemukan di Norwegia oleh tim yang sama.

Munculnya pohon-pohon besar dengan sistem akar yang lebih rumit diperkirakan juga memicu proses yang disebut 'pelapukan', dengan karbon dioksida ditarik dari atmosfer dan akhirnya disimpan sebagai batu kapur.

Dengan menurunnya tingkat karbon dioksida, tingkat oksigen dapat meningkat, menyebabkan hewan dan serangga yang lebih besar berevolusi di dalam hutan purba.

"Untuk benar-benar memahami bagaimana pohon mulai menyerap karbon dioksida dari atmosfer, kita perlu memahami ekologi dan habitat hutan paling awal, serta sistem perakarannya," kata Dr Berry.



























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Hutan Tertua di Dunia Bukan Amazon, Tempatnya Tak Terduga"