Hagia Sophia

29 January 2024

Ini Buktinya Bila Kurang Tidur Bisa Perpendek Umur

Kerja melulu sampai kurang tidur? Awas, risikonya bisa fatal (Foto: Thinkstock)

Tidur yang cukup bisa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk recover dari berbagai kerusakan yang dialami. Karenanya, kurang tidur bisa memberikan dampak yang serius dalam jangka panjang.

Salah satunya dibuktikan dalam sebuah penelitian di Journal of The American Heart Association. Penelitian tahun 2019 tersebut menyebut, kurang tidur bisa menjadi salah satu faktor risiko kematian akibat stroke dan serangan jantung.

Pada pengidap tekanan darah tinggi dan diabetes, risiko kematian akibat gangguan kardiovaskular meningkat dua kali lipat ketika seseorang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam. Tekanan darah tinggi dan diabetes sendiri merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Temuan lain dalam penelitian tersebut mengungkap, seseorang yang pernah mengalami stroke dan serangan jantung punya risiko 3 kali lipat untuk meninggal karena kanker jika tidur kurang dari 6 jam dalam semalam.

Kabar baiknya, tidur lebih dari 6 jam sehari menghindarkan seseorang dari risiko kematian dini akibat kanker maupun sebab lain. Bahkan ketika orang tersebut punya riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, maupun pernah serangan jantung.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa tidur yang normal bisa memberikan perlindungan bagi beberapa orang dengan kondisi dan risiko kesehatan tersebut," kata Julio Fernandez-Mendoza yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Everyday Health.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas, Kurang Tidur Bisa Memperpendek Umur! Ada Bukti Ilmiahnya"