Hagia Sophia

29 February 2024

Beberapa Tips untuk Cegah Hipertensi

Hipertensi mematikan meski tak bergejala (Foto: Getty Images/courtneyk)

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang makin banyak dijumpai. Meski kerap disebut silent killer karena tidak bergejala, keberadaannya nggak silent-silent amat karena jumlah kasusnya makin ke sini makin nggak kira-kira.

PTM menjadi salah satu ancaman dan tantangan kesehatan yang nyata di Indonesia. Menurut data dari WHO (penyakit tidak menular membunuh sekitar 41 juta orang setiap tahun, atau setara dengan 74 persen dari keseluruhan kematian secata global.

Menurut data long form sensus penduduk dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang telah dihimpun antara tahun 2017 sampai 2022, jumlah kematian terbanyak berasal dari PTM yang mencapai 7,03 juta kasus.

Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Daerah Indonesia (ADINKES), Dr M Subuh, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia baru menyadari PTM menjadi salah satu ancaman tertinggi pada 5 sampai 10 tahun kemudian setelah terjangkit.

"Kita ini selalu berhadapan dengan double burden dan triple burden. Dalam 5 sampai 10 tahun, kita baru sadar bahwa PTM (Penyakit Tidak Menular) menjadi suatu highest burden atau ancaman tertinggi dari sisi sosial, sisi finansial, dan juga dari sisi pelayanan," ungkapnya ketika ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2024).

Salah satu PTM yang mematikan namun kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat adalah hipertensi. Faktanya, angka pengidap hipertensi dari tahun 2013 sampai 2018 naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. Kenaikan tersebut mengakibatkan kematian sebanyak 8 juta jiwa pertahun.

Hipertensi kerap disebut juga sebagai silent killer, karena banyak pengidapnya tidak menyadari bahwa ia mengidap hipertensi. Hipertensi umumnya dapat menyerang tanpa menimbulkan gejala atau tanda-tanda apapun. Dalam beberapa kasus, beberapa penderitanya baru menyadari terjangkit hipertensi setelah menderita komplikasi yang cukup parah.

Oleh karenanya, perlu ada upaya sedini mungkin untuk menanggulangi dampak buruk dari hipertensi dan PTM lainnya. Menurut Subuh, ada 4 cara upaya pencegahan dini PTM yang dapat dilakukan.

Pertama, pencegahan dari makanan. Pengenalan makanan sehat kepada anak haruslah dilakukan sedini mungkin, boleh juga diperkenalkan sejak anak usia balita. Sehingga, anak tidak sekedar makan makanan untuk mengenyangkan perut, namun makanan untuk menyehatkan badan.

Kedua, pola hidup. Pola hidup sehat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengadopsi kebiasaan hidup sehat, seperti menerapkan pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, dan cukup istirahat, seseorang dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Selain itu, pola hidup sehat juga berdampak positif pada kesehatan mental, membantu mengurangi stres, kelelahan, dan meningkatkan konsentrasi.

Ketiga, kebiasaan merokok. Merokok memiliki dampak serius pada kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar. Tidak merokok menjadi pilihan yang sangat penting untuk mempertahankan kesehatan pribadi dan masyarakat. Merokok dikaitkan dengan berbagai penyakit serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.

Keempat, pendidikan. Peran pendidikan sangatlah penting dalam membangun mindset masyarakat. Dengan pengetahuan yang diberikan melalui sistem pendidikan, masyarakat dapat memahami pentingnya gaya hidup sehat, pola makan yang baik, serta kebiasaan hidup yang mendukung kesejahteraan. Pendidikan kesehatan yang terintegrasi dalam kurikulum dapat membekali masyarakat dengan informasi tentang imunisasi, perilaku hidup bersih, deteksi dini penyakit dan pemahaman tentang faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit .

"Waktu saya kelas 4 SD, tahun 71. Ada satu pantun yang masih saya ingat sampai sekarang. Terbit liurku melihat kolak, dijual orang di tepi jalan. Untung teringat nasihat emak, jangan jajan sembarangan. Bayangkan pantun sederhana yang melarang untuk jajan sembarangan, yang bisa menghemat duit, mencegah diare dan penyakit-penyakit lainnya. Masih saya ingat sampai sekarang," ucapnya.

"Itu menandakan, pendidikan sejak dini dapat memberikan dampak yang sangat besar," tambahnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "4 Cara Mencegah Hipertensi, Silent Killer yang Nggak Silent-silent Amat"