Hagia Sophia

04 March 2024

Kasus Obesitas Anak di DKI Capai 34 Persen, Wilayah Penyangga Juga Meningkat

Ilustrasi obesitas anak. (Foto: Pradita Utama)

Berat badan berlebih atau obesitas bisa memicu risiko penyakit jantung, diabetes, hingga stroke. Pemerintah melaporkan angka obesitas di Indonesia saat ini bahkan berkisar 30 persen dari populasi.

Pemicunya tidak lepas dari perubahan pola hidup masyarakat atau terkait sedentary lifestyle seperti minim aktivitas gerak dan olahraga, sampai pola makan tidak sehat. Menurut riset Kemenkes RI di sejumlah wilayah penyangga DKI Jakarta, angka obesitas juga meningkat.

"Seperti Tangerang, Bogor, Depok, itu angka obesitasnya meningkat," tutur Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat ditemui detikcom di Gedung Kemenkes RI, Rasuna Said, Minggu (3/2/2024).

"Angka obesitas itu meningkat sekarang hampir di 30 persen dari populasi, dan 30 persen populasi yang obesitas ini berisiko untuk menyumbangkan penyakit-penyakit katastropik, atau penyakit-penyakit yang akan berlanjut pada komplikasi seperti hipertensi, diabetes, kelainan jantung, stroke," lanjutnya.

Sayangnya, obesitas di Indonesia dilaporkan semakin marak terjadi pada usia muda, bahkan anak-anak. Meski kelompok terbanyak yang mengidap obesitas adalah di 40 tahunan, tidak sedikit pasien dengan usia 20 tahun sudah membutuhkan perawatan lebih lanjut terkait kondisi ini.

Otomatis, sulit untuk mencapai generasi emas 2045 bila fenomena obesitas di kelompok muda terus berlanjut.

34 Persen Anak di DKI Kena Obesitas

"Penelitian dari RSCM untuk anak-anak sekolah juga sudah mulai mengalami peningkatan obesitas, di anak-anak DKI Jakarta yang mengalami obesitas itu sekitar 34 persen," tutur Dante.

Pemerintah mengimbau setiap keluarga untuk mulai menciptakan kebiasaan pola hidup sehat dalam keluarga. Seperti aktivitas olahraga, minimal 5 hari dalam seminggu bila mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kemenkes RI juga mendesak penetapan cukai pada sejumlah makanan dengan kadar gula hingga lemak berlebih. Saat ini, naskah akademik tengah disusun dan dalam pengkajian bersama Kementerian Keuangan.

"Kita sudah mengatur upaya untuk mencantumkan label kalori lemak gula yang ada di dalam kemasan makanan, kita sedang mengupayakan untuk memberikan cukai lebih bagi makanan yang mengandung kadar gula lebih, lemaknya lebih serta garamnya lebih, kalau cukai ini bisa dilakukan, maka diharapkan masyarakat akan lebih memilih makanan sehat," terang dia.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Obesitas Anak di DKI Tembus 34 Persen! Bogor-Depok Juga 'Dihantui' Kenaikan Kasus"