Hagia Sophia

11 March 2024

Kelompok Orang Ini Perlu Suplemen Vitamin D

Ilustrasi vitamin D (Foto: shutterstock)

Vitamin D adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang. Dikutip Mayo Clinic, vitamin ini juga mengatur banyak fungsi seluler lainnya di tubuh, termasuk sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan pelindung saraf yang mendukung kesehatan kekebalan tubuh, fungsi otot, dan aktivitas sel otak.

Meski pada dasarnya vitamin D tak banyak ditemukan di banyak makanan, namun vitamin ini bisa didapatkan dari susu, hingga ikan yang berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden.

Tak hanya itu, tubuh juga membuat vitamin D saat sinar matahari langsung mengubah bahan kimia di kulit menjadi bentuk aktif vitamin (calciferol). Akan tetapi, jumlah vitamin D yang dihasilkan di kulit bergantung pada banyak faktor, termasuk waktu, musim, garis lintang, pigmentasi kulit, serta tempat tinggal dan gaya hidup seseorang.

Seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu juga biasanya membutuhkan asupan tambahan vitamin D dari suplemen.

Kelompok Orang yang Membutuhkan Suplemen Vitamin D

1. Orang Lanjut Usia
Seiring bertambahnya usia, seseorang mengalami proses penambahan dan pengurangan kepadatan dan massa tulang. Sebelum usia 25 tahun, kepadatan tulang seseorang akan meningkat, dan akan tetap stabil di antara usia 25 hingga 50 tahun.

Namun setelah berusia 50 tahun, kerusakan tulang atau dikenal resorpsi, akan terjadi lebih cepat sehingga kecukupan vitamin D dan kalsium untuk memperkuat tulang sangat penting bagi populasi lanjut usia.

Tanpa jumlah nutrisi yang tepat, efek pada tulang akibat berkurangnya penyerapan kalsium dapat mengakibatkan risiko jatuh dan cedera yang lebih tinggi. Produksi dan metabolisme vitamin D berubah seiring bertambahnya usia, dan orang lanjut usia cenderung tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang dibutuhkan.

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2022 di Endocrine menunjukkan, dalam hal ini, orang dewasa yang menua mungkin mendapat manfaat dari suplementasi vitamin D dosis rendah atau sekitar 25 mikrogram sehari.

2. Pengidap Osteoporosis dan Osteopenia
Tubuh akan terus-menerus rusak dan membangun kembali tulang baru seiring bertambahnya usia. Apabila tubuh tak dapat mengimbangi pembentukan tulang baru, hal ini dapat meningkatkan risiko osteoporosis atau suatu kondisi saat tulang terlalu rapuh dan lemah. Kondisi ini meningkatkan risiko patah tulang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Selain osteoporosis, pengidap osteopenia atau hilangnya kepadatan mineral tulang, juga membutuhkan tambahan vitamin D yang berasal dari suplemen.

"Vitamin D populer untuk mendukung kesehatan tulang kita dan dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi tulang seperti osteoporosis dan osteopenia," kata Huma Chaudhry, RD, LDN, dikutip dari Eating Well.

"Ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan homeostasis mineral struktural penting, kalsium dan fosfor," lanjutnya.

3. Pengidap Masalah Neurologis
Sebuah ulasan pada 2023 menunjukkan, vitamin D mempunyai peran sebagai neurostroid di dalam tubuh. Fungsi tersebut cukup penting untuk perkembangan dan fungsi otak seseorang. Oleh karena itu, pengidap neurologi seperti alzheimer, parkinson, epilepsi, dan sklerosis ganda membutuhkan asupan suplemen vitamin D.

4. Pengidap Masalah Ginjal dan Hati
Penyakit ginjal dan hati (liver) dapat menyebabkan seseorang kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk mengubah vitamin D.

Kendati demikian, seseorang akan mengalami kekurangan vitamin D secara tidak langsung, sehingga membutuhkan asupan vitamin D tambahan dari suplemen.

5. Depresi
Kadar vitamin D dalam tubuh yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan masalah suasana hati seperti depresi.

Karenanya, menambahkan makanan kaya vitamin D ke dalam pola makan seseorang, dan suplemen dapat berkali-kali ditambahkan ke dalam rencana perawatan kesehatan mental seseorang.

6. Wanita Hamil
Asupan suplemen vitamin D juga dibutuhkan wanita hamil. Sebab, vitamin D yang tercukupi dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan kandungan.

Penelitian klinis berulang kali telah menunjukkan bagaimana asupan vitamin D dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan janin, serta memberikan hasil kesehatan yang lebih baik bagi ibu. Vitamin D juga memainkan peran penting dalam perkembangan janin, kesehatan tulang, dan fungsi kekebalan tubuh.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Kelompok Orang yang Membutuhkan Suplemen Vitamin D, Siapa Saja?"